Saat Perkembangan Teknologi Telekomunikasi Seluler Dibahas di PENS

Hilda Meilisa - detikNews
Sabtu, 07 Des 2019 07:16 WIB
Kuliah tamu oleh Direktur Network Telkomsel (Foto: Istimewa)
Kuliah tamu oleh Direktur Network Telkomsel (Foto: Istimewa)
Surabaya - Direktur Network Telkomsel Iskriono Windiarjanto menyampaikan kuliah tamu kepada sekitar 500 mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) di auditorium Pasca Sarjana PENS.

Kuliah tamu itu mengangkat tema Building Digital Capability toward Sustainability Growth. Iskriono menyampaikan persoalan mengenai masa depan telekomunikasi seluler di Indonesia. Khususnya teknologi 5G dan Industry 4.0.

Meskipun membahas persoalan yang tak sederhana, namun suasana kuliah tamu tampak semringah. Iskriono menyampaikan materi dengan gaya yang sederhana, namun to the point Sehingga tak membosankan bagi mahasiswa.

Tak heran jika anak-anak muda calon pemimpin bangsa itu terlihat sangat antusias. Di sela kuliah tamu, Iskriono juga memberikan kuis mengenai industri telekomunikasi tanah air dan perkembangannya yang sangat pesat.


Lebih spesifik lagi, mengenai bagaimana membangun industri digital menuju pertumbuhan yang berkelanjutan. Meski pertanyaan yang dilontarkan lumayan susah, tapi para mahasiswa bisa menjawab.

"Kenapa frekuensi 3.5 Gigahertz nggak bisa dipakai di Indonesia? Padahal di dunia pakai frekuensi 3.5 Gigahertz?" tanya Iskriono saat memberi kusi, Jumat (6/12/2019).

Salah satu pertanyaan rumit itu ternyata bisa dijawab oleh mahasiswa PENS. Iskriono pun memujinya.

"Kalian memang cerdas dan smart," puji Iskriono disambut tepuk tangan peserta kuliah tamu.

Iskriono kemudian menambahkan, "Saat ini Telkomsel sudah memiliki lebih dari 209 ribu BTS (base transceiver station) dengan market share yang sudah menembus 60 persen lebih. Sinyal kita sudah bisa dirasakan seluruh rakyat Indonesia, dari ujung timur ke ujung barat," kata Iskriono.


Iskriono juga menyatakan bahwa Telkomsel memiliki tanggung jawab untuk mendukung pengembangan dan implementasi teknologi terkini di tanah air, yaitu teknologi 5G.

"Kita sudah masuk era teknologi 5G . Apa sih tantangannya? Faktor utamanya adalah kesediaan fiber optic," jelasnya.

Keberhasilan dari operator telekomunikasi, lanjut Iskriono, adalah menggelar fiber optic untuk kebutuhan seluler. Dalam konteks bisnis, menggelar solusi digital 5G tersebut tidak murah dan tidak mudah.

"Apa yang mendorong 5G? Survei dan fakta di dunia telekomunikasi, industri telekomunikasi itu sangat sensitif dengan teknologi baru," ingat Iskriono. (hil/iwd)