Luncurkan Mila, Kini Semakin Mudah Dapatkan Informasi Layanan Bank Mega

Amir Baihaqi - detikNews
Jumat, 06 Des 2019 21:03 WIB
Foto: Amir Baihaqi
Foto: Amir Baihaqi
Surabaya - Inovasi digital customer service berupa fitur chatbot bernama Mega Intellegent Assistant atau disingkat Mila diperkenalkan Bank Mega. Dengan fitur tersebut, kini semua orang bisa semakin mudah mengakses segala informasi umum seputar produk dan layanan dari Bank Mega.

Kota Surabaya sendiri, merupakan kota kedua setelah Jakarta yang telah memperkenalkan Mila sejak diluncurkan pada 4 Desember lalu. Acara tersebut dihadiri Direktur Bank Mega Madi Lazuardi, Digital Business Head Bank Mega Arief Tendeas dan Regional Head Bank Mega Surabaya Nancy Tan Gwat.

Direktur Bank Mega Madi Lazuardi mengatakan peluncuran Mila merupakan suatu keharusan untuk memahami dan mengikuti tren perkembangan zaman. Sebab, saat ini orang semakin membutuhkan akses informasi yang semakin cepat.

"Peluncuran Mila ini mencoba memahami dan mengikuti tren perkembangan zaman. Dimana sekarang semakin cepat. Kalau kita sekarang kan pakai call center, tapi kan itu hatus menunggu, telepon padahal itu kan kita mau yang cepat" kata Madi usai pengenalan di Tunjungan Plaza 1, Jumat (6/12/2019).


"Ini juga suatu terobosan bahwa kita bisa mempersiapkan inovasi digital ini dari informasi-informasi yang ada dan akan terus kita update agar semua yang terkait dengan Bank Mega bisa diakses cepat," tambahnya.

Menurut Madi, fitur chatbot Mila bukan hanya bisa diakses khusua para nasabah Bank Mega saja. Namun juga bisa diakses oleh maayarakat umum dan siapa saja, sehingga nantinya juga mampu menarik nasabah baru.

"Dan ini bukan untuk customer, tapi juga non customer. Dan dia tanya tentang Bank Mega dan tanya ke Mila dan bisa jawab dan menjadi customer Bank Mega. Jadi ini merupakan cara juga untuk mendapatkan customer juga dan kedua untuk pengembangan kita punya customer base dari waktu ke waktu," terang Madi.

Meski baru saja diluncurkan, Mila diklaim mempunyai sistem teknologi yang paling terbaru. Tak hanya itu seluruh informasi ada di dalamnya juga diupdate setiap waktu oleh tim yang menanganinya.

"Ini baru launching. Yang paling penting tekonologi sudah di-up to date tetapi informasi yang harus di-update terus. Jadi misalnya event apa, promo baru apa. Kalau nggak orang nanya sudah lewat. Jadi, tim kita terus menerus dan tetap jalan trainingnya," tutur Madi.


Digital Business Head Bank Mega Arief Tendeas menjelaskan alasan kenapa memanfaatkan aplikasi WhatsApp. Sebab, saat ini pengguna aplikasi tersebut di Indonesia telah mencapai 130 juta orang. Sedangkan pemilihan nama fitur Mila sengaja dipilih setelah melalui proses panjang dan sesuai dengan kepanjangan nama layanannya.

"Di Indonesia ini penggunanya 130 juta orang. Nah, hasil riset kita mungkin hampir semua handphone menggunakan WhatsApp. Jadi kita tidak perlu memperkenalkan, atau mengajak nasabah untuk download aplikasi. Biasanya kan kalau kita suruh download kan paling malas. Jadi unsur yang kita tawarkan itu kemudahan akses," jelas Arief.

"Ya, tentu Mila ini kita diskusikan ini prosesnya panjang. Jadi kita ada tim yang menggodok beberapa alternatif akhirnya ditemukan Mila. Dan ini juga kepanjangan juga Mega Intellegent Assistant dan cocok. Kemudian pengucapannya juga mudah," tandasnya. (iwd/iwd)