Warga Blitar Olah Limbah Bambu Jadi Bedug Seharga Puluhan Juta Rupiah

Erliana Riady - detikNews
Jumat, 06 Des 2019 09:33 WIB
Bedug dari limbah bambu/Foto: Erliana Riady
Bedug dari limbah bambu/Foto: Erliana Riady
Blitar - Inovasi keren dilakukan warga Kabupaten Blitar. Seorang pengusaha tusuk sate mengolah limbah bambu menjadi bedug bernilai puluhan juta Rupiah.

Bedug berbahan limbah bambu ini diklaim lebih awet dan tahan dari serangan rayap. Inovasi itu dilakukan Anshori Baidlowi (53), warga Dusun Jambewangi, Desa Tawangrejo, Kecamatan Wonodadi. Ide awal itu muncul dari keprihatinannya melihat kondisi Blitar yang makin sedikit pohonnya.

"Tahun 2017 itu teman saya yang dinas di DLH cerita, kalau Blitar itu kekurangan pohon karena dibuat jimbe. Dari situ saya mulai berpikir mencari bahan alternatif untuk mengganti fungsi kayu pada jimbe atau sejenisnya," papar ayah satu anak ini kepada detikcom, Jumat (6/12/2019).


Anshori merupakan pengusaha tusuk sate dan sumpit skala besar. Dia melihat, limbah bambu dalam proses pembuatan dua produk itu menumpuk tak terpakai. Selama ini untuk membersihkan limbah itu, hanya dibakar saja.

"Padahal kalau jumlah banyak bakarnya kan bikin polusi udara dan merusak ekosistem lingkungan juga. Lalu saya konsultasikan bagaimana mengolah limbah bambu ini jadi pengganti kayu," ungkapnya.

Kepada seorang teman yang paham ilmu kimia, Ashori berkonsultasi. Bahkan dia juga memasukkan bahan limbah bambu itu ke sebuah laboratorium di Jakarta untuk mengetahui kekuatan serutan bambu. Hasil laboratorium dan beberapa kali uji coba menyatakan, serutan bambu itu bisa dibuat partikel board jika dicampur lem.

"Prosesnya, serutan bambu dikeringkan sampai kandungan airnya 0 persen. Lalu saya campur dengan lem impor dan formula lain yang saya rahasiakan. Kemudian dimasukkan ke dalam cetakan dari stainless lalu di oven," jelasnya.
Selanjutnya
Halaman
1 2