Ahli Hisap Ingin Insyaf, Coba Klinik Berhenti Merokok di Surabaya

Ahli Hisap Ingin Insyaf, Coba Klinik Berhenti Merokok di Surabaya

Deny Prastyo Utomo - detikNews
Rabu, 04 Des 2019 21:57 WIB
Klinik Berhenti Merokok di Puskesmas Ketabang (Foto: Istimewa)
Klinik Berhenti Merokok di Puskesmas Ketabang (Foto: Istimewa)
Surabaya - Warga Kota Surabaya yang ingin berhenti merokok kini menemukan jalan keluar. Seluruh Puskesmas di Kota Surabaya sudah dilengkapi dengan klinik berhenti merokok.

Klinik ini disediakan untuk memfasilitasi warga yang ingin berhenti dari kebiasaan merokok. Klinik berhenti Merokok telah didirikan di akhir tahun 2017.

Klinik berhenti merokok akan difasilitasi dengan seorang psikolog yang akan melakukan hipnoterapi atau SEFT (Spiritual Emotional Freedom Technique).

"Dengan terapi SEFT agar berhenti merokok, ada titik-titik dari bagian tubuh yang dipijat," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya Febria Rachmanita, Rabu (4/12/2019).


Febria mengungkapkan saat ini cukup banyak warga yang memanfaatkan terapi tersebut untuk berhenti merokok. Alhasil, terdapat sejumlah perokok yang berhenti total dari kebiasaannya setelah menjalani terapi tersebut.

"Memang ada yang sampai berhenti tidak merokok lagi," kata Febria.

Klinik Berhenti Merokok didirikan menindaklanjuti Perda No. 5 Tahun 2008 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dan Kawasan Terbatas Merokok (KTM). Dan, saat ini telah direvisi menjadi Perda No. 2 Tahun 2019 tentang Kawasan Tanpa Rokok.

Layanan ini didirikan untuk melindungi kesehatan masyarakat dari bahaya merokok. Disamping peraturan Dinas Kesehatan juga menyediakan solusi konkret dengan membuka klinik berhenti merokok.


Diakui oleh Febria jika tidak mudah memang untuk berhenti merokok. Apalagi jika kebiasaan merokok sudah berlangsung lama. Untuk berhenti dari kebiasaan merokok memang membutuhkan kemauan dan tekad yang kuat.

"Karena berkaitan dengan psikologis, kalau tidak berhasil itu berarti kemauannya tidak begitu kuat," ujar Febria.

Menurut Febria, biasanya dorongan ingin merokok adalah karena ingin menghilangkan stres. Namun, dampak negatifnya bisa menderita berbagai penyakit, seperti paru-paru, kemudian stroke.

"Untuk berhenti merokok, selain warga datang ke puskesmas, petugas juga bisa berkunjung ke kantor, jika ada permintaan," tandas Febria. (iwd/iwd)