detikNews
Rabu 04 Desember 2019, 21:49 WIB

Misi Dagang Jatim ke Kalimantan Timur Tembus Rp 605 Miliar

Hilda Meilisa - detikNews
Misi Dagang Jatim ke Kalimantan Timur Tembus Rp 605 Miliar Foto: Istimewa
Surabaya - Pemprov Jatim terus melakukan ekspansi misi dagang ke berbagai provinsi. Di penghujung Tahun 2019 ini, Jatim kembali melakukan misi dagang ke Kalimantan Timur. Kaltim pun menjadi destinasi terakhir di tahun 2019.

Misi dagang ini dipimpin langsung Gubernur Khofifah Indar Parawansa. Data hingga pukul 16.30 WITA, nilai transaksi telah mencapai Rp 605 miliar.

Hal ini pun di luar ekspetasi Khofifah, yang awalnya Khofifah menargetkan nilai transaksi sebesar hanya Rp 500 miliar. Sebelumnya, pada 2018, nilai transaksi pada misi dagang Jatim di Kaltim sebesar Rp 373 miliar.

"Luar biasa sampai dengan pukul 16.30 WITA sudah mencapai Rp 605 miliar. Angka ini bisa semakin bertambah," kata Khofifah di Grand Ballroom Mahakam, Swiss Bell Hotel, Balikpapan, Rabu (4/11/2019).

Dari misi dagang ini, para pelaku dunia usaha dan industri dipermudah untuk berkonsolidasi terkait keunggulan dan andalan masing-masing, khususnya di sektor perdagangan. Dengan adanya misi dagang, trader dan buyer bisa mengetahui potensi apa saja yang bisa dikerjasamakan.


Khofifah menambahkan banyak pengusaha dari Jatim khususnya di bidang konstruksi yang ikut andil di dalamnya. Contohnya pengusaha semen dan baja. Hal ini menunjukkan banyak pengusaha yang mampu membaca market, khususnya dengan dipilihnya Kaltim sebagai calon ibukota negara.

"Dengan ditentukannya Kaltim sebagai calon ibukota negara maka kebutuhan logistik akan meningkat tajam," ujar Khofifah.

"Dengan adanya misi dagang Jatim ini menjadi bagian membangun komunikasi awal khususnya proses penyediaan logistik di Kaltim menuju ibu kota baru," tambahnya.

Misi Dagang Jatim ke Kaltim ini, merupakan rangkaian kegiatan Misi Dagang yang keenam dan terakhir di tahun 2019. Sebelumnya, telah dilaksanakan di Makasar, dengan total nilai transaksi Rp 268,8 miliar.

Komoditi yang diminati diantaranya lada, beras, cengkeh, bibit bawang putih, kopi, minyak goreng, porang dan Rumput laut. Kemudian di Tangerang, Banten dalam rangkaian acara Trade Expo Indonesia (TEI) dengan total nilai transaksi Rp 708,8 miliar . Komoditi yang diminati diantaranya bibit Bawang putih, kopi arabica, lada putih, kayu manis, benih kentang, cengkeh, telur dan beras.


Selanjutnya pada Bulan Oktober 2019, diselenggarkaan Misi Dagang di Mataram, Nusa Tenggara Barat dengan nilai transaksi Rp 603 Miliar. Komoditi yang diminati di antaranya tembakau, bibit bawang putih, kapulaga, bawang merah, bekatul, jagung, porang, dan rumput laut.

Diteruskan Misi Dagang Antar Daerah di Surabaya dengan total nilai transaksi R. 658 Milyar. Komoditi yang diminati yaitu di antaranya bibit bawang putih, tembakau, bawang merah, cengkeh, telur, beras, kayu manis dan jagung.

"Secara keseluruhan, total nilai transaksi keseluruhan Kegiatan misi dagang yang sudah dilaksanakan pada Tahun 2019 sebesar Rp 2,24 triliun," papar Khofifah.
(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com