Ini Cerita Penggerebekan Pengedar Sabu yang Ditembak Mati Polisi

Ini Cerita Penggerebekan Pengedar Sabu yang Ditembak Mati Polisi

Enggran Eko Budianto - detikNews
Rabu, 04 Des 2019 19:03 WIB
Rekan tersangka yang ditembak mati (Foto: Enggran Eko Budianto)
Rekan tersangka yang ditembak mati (Foto: Enggran Eko Budianto)
Mojokerto - Seorang pengedar sabu di Kabupaten Mojokerto ditembak mati polisi karena melawan dan berusaha kabur saat ditangkap di rumahnya. Polisi menyita 1,78 gram sabu dari tangan tersangka. Begini cerita lengkap penangkapan tersebut.

Waka Polres Mojokerto Kompol Toni Sarjaka mengatakan awalnya pihaknya meringkus Jun Sunaryo Budi Santoso alias Budi (46) di Desa Jasem, Kecamatan Ngoro pada Selasa (3/12) sekitar pukul 17.00 WIB. Dari penangkapan pria asal Desa Karangrejo, Kecamatan Gempol, Pasuruan itu, petugas menyita sabu seberat 3,38 gram.

Kepada polisi, lanjut Toni, tersangka Budi mengaku mendapatkan sabu dari Joko Adi Sutrisno alias Joko (33), warga Dusun Sekantong, Desa Kunjorowesi, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto. Tak ingin Joko kabur, petugas langsung menggerebek rumah tersangka sekitar pukul 17.30 WIB.

"Tersangka B (Budi) menunjukkan rumah tersangka kedua (Joko). Di rumah tersangka kedua anggota kami langsung masuk untuk melakukan penangkapan," kata Toni saat jumpa pers di Mapolres Mojokerto, Jalan Gajah Mada, Kecamatan Mojosari, Rabu (4/12/2019).


Mengetahui kedatangan polisi, istri Joko pun berteriak 'Awas ada polisi' untuk memberi peringatan kepada suaminya. Tidak hanya itu, wanita berinisial US ini juga menghadang petugas yang akan masuk ke dalam rumahnya.

Tak mau kehilangan Joko, polisi menerobos masuk ke kamar tempat tersangka bersembunyi. Tanpa diduga, Joko menendang tangan petugas yang akan meringkusnya. Tersangka pun berusaha kabur melalui jendela kamar rumahnya.

"Tersangka berusaha kabur dan melawan petugas sehingga kami lakukan tindakan tegas (menembak tersangka)," terang Toni.

Joko ditembak polisi saat akan melompat dari jendela kamar rumahnya. Meski timah panas polisi mengenai punggung sebelah kirinya, tersangka masih berusaha kabur. Beruntung 2 polisi sudah menunggunya di bawah jendela. Joko pun berhasil dibekuk.

Karena mengalami luka tembak, polisi mengevakuasi Joko ke RS Bhayangkara Pusdik Brimob Watukosek. Pengedar sabu ini tewas saat menjalani perawatan medis di rumah sakit.


"Pemeriksaan dokter ada satu luka tembak di punggung sebelah kiri tersangka," ungkap Toni.

Dari penggerebekan di rumah Joko, polisi menemukan 1,78 gram sabu. Narkotika golongan I itu berada di genggaman tangan kanan tersangka.

Tersangka Budi mengaku mendapat pasokan sabu dari Joko. "Saya sudah dua kali membeli sabu dari J (Joko)," cetusnya.

Jenazah Joko telah diserahkan ke keluarganya untuk dimakamkan. Sementara Budi harus mendekam di tahanan Polres Mojokerto. Dia dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. (iwd/iwd)