detikNews
Senin 02 Desember 2019, 18:41 WIB

Sidang Rasisme Asrama Mahasiswa Papua, Ini Pembelaan Mak Susi

Amir Baihaqi - detikNews
Sidang Rasisme Asrama Mahasiswa Papua, Ini Pembelaan Mak Susi Persidangan Mak Susi (Foto: Amir Baihaqi)
Surabaya - Tim kuasa hukum menilai dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap Tri Susanti atau Mak Susi tidak jelas dan bukan tindak pidana hukum. Penilaian itu disampaikan dalam sidang kedua dengan agenda pembacaan eksepsi.

"Kami mencoba menggugah hati nurani hakim, tidak semata-mata melihat satu pandangan yuridis. Harapan kami melihat mempertimbangan sudut pandang lain. JPU harus mengetahui memahami benar fakta yang terjadi, karena secara materiil bukan hukum tindak pidana," kata salah satu kuasa hukum Shahid saat membacakan eksepsi di ruang Cakra, Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (2/12/2019).

Menurut Shahid, salah satu penilaian dakwaan yang tidak jelas itu terdapat pada penerapan pasal 45 ayat (2). Dalam pasal itu, tim kuasa hukum Mak Susi menilai ada kesalahan dalam penerapan delik. Selain itu kasus tersebut juga tanpa ada pengaduan atau laporan dari orang yang dirugikan.

"Berkaitan dengan penerapan delik pasal 45 ayat (2) kesalahan dalam menerapkan delik. Tanpa ada pengaduan atau laporan dari orang yang dirugikan," terangnya.

Menurut Shahid, pada penerapan delik, pelapor dalam hal ini seharusnya adalah orang yang mempunyai dampak atau kerugian yang diakibatkan. Dalam hal ini bisa suatu golongan, kelompok atau suatu suku.


"Seharusnya yang melapor dan yang berhak melapor punya legal standing itu orang yang kena dampak langsung yang merasa dirugikan yaitu golongan, kelompok dan suku," tuturnya.

Sedangkan dalam hal menyebarkan ujaran kebencian, tim kuasa hukum Mak Susi juga menolak jika kliennya dianggap telah menyebarkan kebencian sehingga mengakibatkan kerusuhan di Papua. Padahal dalam hal ini, Mak Susi hanya melakukan wawancara menyampaikan tanggapannya pada media saja.

"Dakwaan pertama dianggap kabur dan tidak cermat. Karena tidak ada kaitannya. Karena orang yang mentransmisikan, mendistribusi ke media itu tidak ada. Dalam konteks pertama ini Bu Susi tidak menyiarkan, hanya diwawancara sama media INews TV," tandasnya.

Sebelumnya, polisi menetapkan satu tersangka kasus dugaan rasisme di Asrama Mahasiswa Papua, Surabaya. Tersangka tersebut adalah Tri Susanti.


"Telah ditetapkan 1 tersangka dengan inisial TS (Tri Susanti)," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo, Rabu (28/8/2019).

Tri Susanti dijerat dengan Pasal 45A ayat 2 juncto Pasal 28 ayat 2 UU 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan/atau Pasal 4 UU 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Rasis dan Etnis dan/atau Pasal 160 KUHP dan/atau Pasal 14 ayat 1 dan/atau ayat 2 dan/atau Pasal 15 KUHP.

Penetapan tersangka terhadap Tri Susanti dilakukan setelah polisi memeriksa 16 saksi dan 7 ahli. Polisi, kata Dedi, juga telah mengajukan permohonan pencegahan Tri Susanti untuk bepergian ke luar negeri.


Tonton juga Tersangka Kasus Rasisme di Asrama Mahasiswa Papua Belum Ditahan :

[Gambas:Video 20detik]


(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com