detikNews
Senin 02 Desember 2019, 18:03 WIB

Pegiat Seni Berharap Ada Perwakilan Seniman Dalam Pilbup Banyuwangi 2020

Ardian Fanani - detikNews
Pegiat Seni Berharap Ada Perwakilan Seniman Dalam Pilbup Banyuwangi 2020 Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi - Mendekati perhelatan akbar Pemilihan Bupati (Pilbup) Banyuwangi 2020, keterwakilan seniman menjadi pembahasan hangat di kalangan pegiat seni, artis, musisi dan pencipta lagu. Mereka berharap ada pegiat seni yang bisa tampil dalam pesta demokrasi lima tahunan tersebut.

Tujuanya untuk mendorong kemajuan dunia seni tradisional Bumi Blambangan seperti era Bupati Samsul Hadi. Mereka berkumpul di Studio Rafi Vision, di Kecamatan Srono, Banyuwangi, Senin (2/12/2019).

"Figur yang peduli dengan seniman tentu yang kita harapkan. Maka itu kami ingin ada figur dari seniman yang muncul," ujar salah satu pencipta lagu Banyuwangi, Yons DD kepada detikcom.

Yons DD mengaku keterlibatan seniman di dunia politik sangat jarang sekali terjadi. Namun tidak ada salahnya hal tersebut dicoba. Sebab bukan tidak mungkin musisi memimpin pembangunan di daerah.


"Kami mencoba untuk menyerap aspirasi. Dan seniman dan penyanyi ingin melakukan perubahan," tambahnya.

Pihaknya pun bersama dengan seniman lainnya, melakukan penjaringan beberapa musisi dan pelaku seni di Banyuwangi. Hal ini untuk keterwakilan seniman di kancah politik di Kabupaten paling ujung Timur Pulau Jawa ini.

"Dari penjaringan aspirasi, munculah nama Teddy UT. Dia adalah seniman, pencipta lagu, musisi sekaligus artis lokal Banyuwangi. Selain itu beliau pengusaha dan politisi kuda partai Demokrat. Kami tak muluk-muluk, beliau layak dicalonkan sebagai cawabup," pungkasnya.

Sementara itu, di mata Danang Dangdut Academi, Teddy merupakan sosok yang komplet. Bukan hanya memiliki rekam jejak positif di dunia seni tradisional Banyuwangi, tapi juga seorang politisi muda yang berhasil. Sebagai pengusaha, Teddy juga memiliki kepedulian pada nasib wong cilik.


"Dia cukup getol menciptakan karya seni, karyanya juga mengedepankan etika dalam lirik, tidak menghalalkan cara membuat lirik yang kontroversi, lirik yang bisa mebuat viral yang cepat tanpa melihat etis," ucapnya.

Dikonfirmasi terpisah, Teddy UT mengaku tersanjung atas penilaian positif dari kalangan pegiat seni Banyuwangi. Sebagai putra daerah, dia menganggap sebuah kehormatan jika diberi kesempatan untuk mengabdi. Di sisi lain, pria asal Desa Wonosobo, Kecamatan Srono, ini adalah seorang kader partai yang harus patuh dan taat pada perintah partai.

"Saya akan patuh dan taat pada perintah partai serta arahan Ketua DPC kami," kata pria jebolan Pondok Pesantren Sidogiri, Pasuruan ini.
(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com