detikNews
Senin 02 Desember 2019, 17:53 WIB

PNS Staf TU SMK di Ngawi Diamankan Usai Perkosa Anak Keterbelakangan Mental

Sugeng Harianto - detikNews
PNS Staf TU SMK di Ngawi Diamankan Usai Perkosa Anak Keterbelakangan Mental Foto: Luthfy Syahban
Ngawi - Polisi membekuk Lorentinus Suwoto, seorang PNS staf TU sebuah SMK negeri di Ngawi. Pria 60 tahun itu telah memperkosa anak tetangganya yang menderita keterbelakangan mental

"Untuk pelaku sudah kami amankan dalam kasus pemerkosaan dengan korban tetangga sendiri," terang Kasat Reskrim Polres Ngawi AKP Khoirul Hidayat kepada wartawan di kantornya, Senin (2/12/2019).

Pelaku, kata Khoirul, diamankan tanpa perlawanan setelah menerima panggilan dan ditetapkan tersangka, Senin (2/13/2019). Tersangka yang sudah kakek berusia 60 tahun itu, lanjut Khoirul, saat ini telah di titipkan di Rutan Lapas Ngawi.

"Saat ini untuk tersangka sudah kita titipkan di Lapas Ngawi terhitung ditetapkan tersangka," katanya.

Khoirul mengatakan tersangka telah terbukti melakukan pemerkosaan terhadap korban yang masih di bawah umur. Bahkan korban, yang memiliki keterbelakangan mental juga bersekolah di tempat oknum tersebut bekerja.


"Jadi mungkin karena korban agak keterbelakangan mental di anggap tidak akan melapor ke orang tuanya," ujarnya.

Kakek 60 tahun itu berusaha agar perbuatannya tersebut tidak diketahui oleh siapapun. Salah satu modus pelaku yakni dengan memberikan sesuatu kepada korban.

"Jadi pelaku ini ada upaya agar korban tidak menceritakan perbuatan cabul yang dilakukannya itu tersebar," kata Khoirul.

Upaya pelaku agar perbuatannya tidak tercium orang lain, kata Khoirul yakni dengan memberikan imbalan berupa uang kepada korban usai dicabuli. Jumlah uang yang diberikan pelaku kepada korban, lanjut Khoirul yakni hanya Rp 30 ribu.

"Jumlah uang yang diberikan pelaku kepada korban hanya Rp 30 ribu yang diberikan usai memperkosanya. Usai memberi uang itu korban di suruh pulang," paparnya.

Khoirul mengungkapkan, setiba di rumah, korban menceritakan peristiwa yang dialaminya di rumah pelaku. Kepada orang tuanya korban mengaku kalau dirinya dipanggil oleh pelaku dan diajak masuk ke kamar.


"Saat itu korban berjalan kaki di depan rumahnya pelaku yang akan berangkat mencari rumput untuk pakan ternak. Korban mengaku telah dicabuli sebanyak satu kali di kamar pelaku dan diberi uang," lanjut Khoirul.

Khoirul menambahkan, tersangka dijeat dengan pasal 81 ayat 2 atau pasal 82 ayat 1 UURI Nomor 17 tahun 2016 Engan ancaman hukuman 15 tahun penjara.l serta denda paling banyak Rp 5 milyar.

Sebelumnya seorang ibu di Ngawi mendatangi kantor polisi setelah anak gadisnya menangis histeris. Sutini (42) warga kecamatan Kecamatan Getih kaget karena anak perempuannya diduga menjadi korban pemerkosaan yang dilakukan oknum PNS staf TU sebuah SMK negeri di Ngawi.

Perbuatan asusila itu dilakukan terhadap korban berinisial LBS di kamar pelaku saat rumah keadaan sepi pada bulan Oktober 2019. Dari kasus ini polisi telah menyita barang bukti berupa celana dalam korban dan pelaku serta sebuah BH warna hitam.


Tonton juga Mensos Ingin Kementeriannya Rekrut PNS Difabel Lebih dari 2 Persen :

[Gambas:Video 20detik]


(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com