detikNews
Senin 02 Desember 2019, 17:43 WIB

Sidang Praperadilan Polres Lumajang, PT Amoeba Hadirkan Saksi Ahli

Andhika Dwi Saputra - detikNews
Sidang Praperadilan Polres Lumajang, PT Amoeba Hadirkan Saksi Ahli Foto: Andhika Dwi Saputra
Kediri - Sidang lanjutan Pra Peradilan terhadap Polres Lumajang yang dilayangkan oleh PT Amoeba dan PT Awi memasuki babak akhir. Kuasa hukum PT Amoeba dan PT AWI menghadirkan saksi ahli dari Universitas Padjajaran Dr sudaryat SH MH.

Dari keterangan Kuasa Hukum PT Amoeba dan PT AWI, Sholihin HD, dalam persidangan tersebut terjawab bahwa legalitas PT Amoeba dan PT AWI sesuai ketentuan hukum di Indonesia.

"Karena sesuai aturan perizinan, sehingga secara hukum sah bermitra menjualkan produk PT Q-net Indonesia," kata Sholihin, Senin (2/12/2019).

Selanjutnya dalam sidang tersebut juga terungkap jika barang-barang milik PT AWI yang disita oleh Polres Lumajang ternyata tidak dalam perkara penyidikan Polres Lumajang.

Menurut Solihin, tersangka Karyadi sendiri saat ini telah dilepas dari penahanan yang dilakukan Polres Lumajang. Sholihin menilai polisi kesulitan untuk melengkapi berkas perkara dari Karyadi.


"Entah alasan mereka apa, nyatanya mereka belum mampu melengkapi berkas Karyadi menjadi P21, makanya itu perkara ini selaras dengan pendapat ahli jika condong ke perdata" imbuh Solihin.

Sementara itu, Abdul Rohim, Kuasa Hukum Polres Lumajang dan AKP Hasran, Kasaterskrim Polres mengatakan dalam sidang tersebut pihaknya telah menyerahkan 62 bukti surat dengan 2 orang saksi.

"Kami tinggal menunggu keputusanya hari rabu, semoga tugas yang dijalani Polres Lumajang sesuai perundang undangan," kata Abdul Rahim

Terkait PT AWI dan Amoeba, dia menjelaskan jika pada saat penggeledahan tidak ada papan nama yang mengatakan PT AWI


"Iya ada di dalamnya, dari hasil pemeriksaannya juga ada keterkaitan dari saksi saksi, tentu menjadi bahan sita, jika ada keberatan ya dilayangkan disampaikan keberatannya, hingga sekarang tidak ada keberatan tertulis yang ditemukan Polres Lumajang, karena tidak ada proses dilanjutkan sampai persidangan pidana, jika bukan haknya pasti dikembalikan pada yang bersangkutan, jika itu pelanggaran akan diserahkan pada negara," Jelas Abdul Rohim.

Terkait pelepasan Karyadi, Hasran mengaku Karyadi telah mengajukan penangguhan penahanan. Penangguhan penahanan itu dikabulkan. Jadi sebelum habis masa penahannya selanjutnya pemeriksaan pokok perkara tetap dilanjutkan.

"Jadi dia mengajukan penangguhan penahanan, atas dasar itu kami mengabulkan permohonannya, namun pemeriksaan pokok perkara tetap dilanjutkan," tegas Hasran.


Tonton juga Sidang Kasus Mayat Dalam Karung, Keluarga Korban Histeris :

[Gambas:Video 20detik]


(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com