Alat Ciptaan Dosen di Madiun Ini Bisa untuk Mitigasi Bencana Geologi

Sugeng Harianto - detikNews
Senin, 02 Des 2019 13:34 WIB
Viot di kawah Gunung Kelud/Foto: Istimewa
Madiun - Dosen sebuah kampus di Madiun menciptakan Volcanic Gas Online Monitoring System based on Internet of Things (Viot). Alat ini untuk mitigasi bencana geologi di Indonesia.

Nur Asyik Hidayatullah merupakan lulusan Victoria University Australia tahun 2011. Riset Viot dilakukan bersama empat dosen lain dan dua teknisi kampus Politeknik Negeri Madiun (PNM) selama setahun lebih. Terhitung mulai 1 Oktober 2018 hingga 30 November 2019.

Nur yang saat ini sebagai dosen Teknik Listrik di PNM menjelaskan, alat monitoring buatan tim riset kampus PNM menggunakan jaringan Wireless Sensor Network (WSN) atau jaringan sensor nirkabel yang memanfaatkan energi surya sebagai catu daya.


Warga Jalan Kembangsawit, Desa Rejosari, Kecamatan Kebonsari Kabupaten Madiun itu mengatakan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta telah menyatakan keberhasilan atas pemasakan alat mitigasi bencana meletusnya gunung berapi di Gunung Kelud. Alat yang diciptakan ini berbasis internet dengan nama Viot.

"Alhamdulillah setelah lebih dari setahun kita melakukan penelitian ini, ternyata oleh tim Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Indonesia dinyatakan sukses," terang Ketua Tim riset VIOT Nur Asyik kepada detikcom di kampus Politeknik Negeri Madiun (PNM), Senin (2/11/2019).

Menurut Nur, Viot bisa membantu dalam mitigasi bencana terkait gunung berapi yang mampu memonitor gas beracun CO dan CO2 di Gunung Kelud di Kediri. Jika pada 2018 hanya tediri dari 2 sensor gas saja, kini memiliki 7 sensor yang mampu mendeteksi aktivitas Gunung Kelud.

"Ini merupakan alat berbasis internet dan bisa membantu dalam mitigasi bencana terkait gunung berapi. Jadi bisa terpantau jika gunung aktif itu menunjuk tanda bahaya," katanya.
Selanjutnya
Halaman
1 2