Pantau Operasi di Rumah Sakit Apung Kangean, Ini Pesan Khofifah

Hilda Meilisa - detikNews
Minggu, 01 Des 2019 14:14 WIB
Foto: Istimewa
Sumenep - Di sela kunjungan kerjanya di Pulau Kangean, Sumenep, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa juga meninjau dua unit Rumah Sakit Terapung Kesatria Airlangga (RSTKA). RS ini bersandar di Dermaga Pulau Kangean.

Khofifah melihat proses layanan kesehatan di ruang operasi yang sedang berjalan di dua unit RSTKA. Kedua ruang operasi ini hasil bantuan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

Tak hanya itu, Khofifah berkesempatan melihat pelayanan kesehatan yang diberikan RSTKA kepada warga Kangean. Mulai dari pengobatan gratis, bedah minor atau lipom bedah, pemeriksaan pasien pascaoperasi, hingga pemeriksaan screening deteksi.

Khofifah pun meninjau ruang operasi dan pascaoperasi di kapal RSTKA bernama KM Gandha Nusantara 01 dan KM Gandha Nusantara 02. Khofifah juga sempat menanyakan berbagai persoalan yang menjadi kendala, hingga memberi tawaran apa yang dibutuhkan RS apung.


"Monggo kalau butuh tambahan energi listrik, ini mumpung ada Direktur nya PLN. Karena kan ada radiologinya yang butuh power yang kuat," ujar Khofifah di Kangean, Sabtu (1/12/2019).

Usai meninjau dua unit kapal RSTKA, Khofifah menyampaikan kunjungannya ini ingin mengetahui secara dekat pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat Kangean. Termasuk untuk mengetahui kendala-kendala apa yang bisa dicarikan solusi.

"Pertama memang kebutuhannya lebih besar dari yang sudah bisa dipenuhi. Dimana ada titik-titik, kapal ini butuh tempat merapat. Ada yang tidak cukup untuk bisa didarati kapal ini. Setelah beroperasi dua bulan kita akan evaluasi agar ke depan bisa lebih maksimal layanannya termasuk pulau- pulau mana saja yang harus dilayani," imbuhnya.

Selain itu, masalah delay life atau terkait operational cost perlu dikordinasikan dengan tepat. Untuk itu, tim medis dan para medis yang bertugas di RSTKA merekomendasikan pemprov Jawa Timur dengan membentuk UPT.


"Jadi (perlu) dibahas ulang dan dikaji ulang. Untuk penambahan UPT, kemudian infrastruktur untuk merapatnya kapal juga misalnya," terangnya.

Khofifah menambahkan operasional RSTKA selama ini berjalan baik dan lancar. Dirinya berharap kedua unit kapal tersebut dapat memaksimalkan layanannya kepada masyarakat di wilayah Kepulauan Madura.

"Alhamdulillah kita dapat support dari kementerian perhubungan dan kementerian kesehatan untuk menyiapkan layanan kesehatan berbasis rumah sakit apung sehingga program yang merupakan salah satu janji kampanye ini dapat kita wujudkan cepat . Kita ingin melayani dan melayari layanan kesehatan terutama di daerah Kepulauan Sumenep. Tahun 2020 sudah di dalam koordinasi Pemprov. Saat ini operational cost nya masih berada di Kementerian Perhubungan," terangnya. (hil/iwd)