Buntut Warga Lamongan Tuntut Perangkat Dipecat karena Mesum, 8 Orang Ditangkap

Eko Sudjarwo - detikNews
Jumat, 29 Nov 2019 15:17 WIB
Foto: Eko Sudjarwo
Lamongan - Masih ingat aksi unjukrasa warga Lamongan yang menuntut pengunduran diri salah seorang perangkat desa karena mesum? Kini ada 8 warga jadi tersangka. Lho?

Rupanya, 8 pengunjukrasa harus berurusan dengan polisi. Bukan karena aksinya, ke 8 warga ini ditangkap lantaran diduga melakukan tindak pidana pengrusakan dengan merobohkan gapura Dusun Lengor, Desa Plangwot, usai berunjukrasa.

Kasatreskrim Polres Lamongan, AKP Wahyu Norman Hidayat membenarkan pihaknya menangkap 8 warga Dusun Lengor, Desa Plangwot, Kecamatan Laren usai aksi unjukrasa.

Selasa (26/11/2019) ratusan warga Dusun Lengor Desa Pelangwot Kecamatan Laren, melurug balai desa dan kantor kecamatan menuntut salah seorang perangkat desanya berinisial MJ dipecat dari jabatannya. MJ diduga berbuat mesum dengan istri warganya.


"8 Warga sudah ditetapkan sebagai tersangka karena tindak pidana pengrusakan, yaitu merobohkan gapura dusun usai berunjukrasa di kantor desa dan kantor kecamatan," kata kasat reskrim.

Dia mengungkapkan pihaknya masih melakukan penyidikan yang dilakukan secara maraton terhadap ke 8 orang warga ini. Pihaknya juga sudah mengantongi alat bukti dan saksi yang bisa dijadikan dasar hukum untuk menetapkan ke 8 orang sebagai tersangka.

"Penyidik menangkap 8 tersangka itu bukan karena aksi demo, tapi karena tindak pidana pengrusakan dan dijerat pasal 170 KUHP," tegasnya.

Polisi, jelas dia, tidak mempersoalkan unjukrasa warga karena itu hak warga menyampaikan aspirasi. Semula demo berjalan kondusif dan tidak ada tindakan anarkis apapun. Hanya saja saat pulang, tiba-tiba saja ada yang merusak gapura dusun.

"Penetapan 8 orang tersangka itu tentu didasarkan pada peran mereka masing-masing saat melakukan tindakan perusakan," ungkapnya.

Kini, 8 warga tersebut sudah ditahan di Mapolres Lamongan.
(fat/fat)