Puluhan Korban Investasi Bodong di Mojokerto Tagih Penanganan Kasus ke Polisi

Enggran Eko Budianto - detikNews
Kamis, 28 Nov 2019 17:34 WIB
Foto: Enggran Eko Budianto/detikcom
Foto: Enggran Eko Budianto/detikcom
Mojokerto - Puluhan korban investasi bodong PT RHS Group kembali mendatangi Polres Mojokerto Kota. Mereka menanyakan perkembangan penanganan kasus yang dinilai terlalu lama.

Puluhan korban investasi bodong yang didominasi emak-emak ini tiba di Mapolres Mojokerto Kota, Jalan Bhayangkara, sekitar pukul 12.00 WIB. Mereka langsung menuju ke gedung Satreskrim di bagian belakang kompleks Mapolres.

Kedatangan para korban PT RHS ini disambut Kasat Reskrim Polres Mojokerto Kota AKP Julian Kamdo Waroka. Tim kuasa hukum para korban pun menggelar pertemuan tertutup dengan Waroka dan sejumlah penyidik. Sementara itu, korban lainnya menunggu di ruang tamu.

"Kami ingin menanyakan sejauh mana proses yang ada. Kepolisian bilang tetap melanjutkan kasus ini, tidak ada pengecualian," kata kuasa hukum para korban investasi bodong PT RHS Group Tuty Laremba kepada wartawan di lokasi, Kamis (28/11/2019).


Ia menjelaskan kedatangan para korban ke Mapolres Mojokerto Kota juga untuk membuat laporan tambahan. Karena, dari lima korban yang ditunjuk menjadi pelapor, baru satu orang yang laporannya diterima polisi.

Nantinya, masing-masing pelapor akan mewakili 20-25 korban investasi bodong PT RHS Group, sehingga akan ada lima bukti laporan polisi untuk kasus yang sama. Pelaporan model ini untuk mencegah pencabutan laporan yang sudah pernah terjadi sebelumnya.

"Keempat perwakilan korban hari ini diperiksa sebagai pelapor," terangnya.

Berdasarkan hasil pertemuan dengan Kasat Reskrim Polres Mojokerto Kota, tambah Tuty, penyelidikan kasus investasi bodong ini tetap dilanjutkan oleh polisi. Dia berharap polisi segera menuntaskan penyelidikan dan penyidikan sehingga ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka.
Selanjutnya
Halaman
1 2