Kunjungi Banyuwangi, Wali Kota Risma Kerasan Santai di 'Bukit Teletubbies'

Ardian Fanani - detikNews
Rabu, 27 Nov 2019 12:25 WIB
Wali Kota Risma di pendopo Banyuwangi.
Wali Kota Risma di pendopo Banyuwangi.
Banyuwangi - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengunjungi Kabupaten Banyuwangi. Risma sempat singgah dan santai sejenak di Pendopo Shaba Swagata Blambangan.

Di pendapa yang menjadi salah satu destinasi wisata di Banyuwangi itu, Risma didampingi Ny Ipuk Fiestiandani Azwar Anas, istri Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

"Monggo Bu Risma, selamat datang. Ini pendopo Kabupaten Banyuwangi," ujar Dani, sapaan akrab Ipuk Fiestiandani, Rabu (27/11/2019).

Keduanya pun berbincang akrab penuh canda mengelilingi pendapa yang arsitekturnya dirancang arsitek Adi Purnomo tersebut. Iringan angklung menambah keakraban pagi itu. Sejak direvitalisasi dengan konsep hijau, pendapa berusia hampir 250 tahun itu telah berulang kali di-review oleh majalah arsitektur nasional dan internasional. Kunjungan wisatawan ke sana pun ramai saban akhir pekan.

Di dalam pendapa, ada gundukan tanah menyerupai bunker dengan rerumputan yang hijau, sehingga banyak yang menyebutnya sebagai 'Bukit Teletubbies'.


"Ini sangat bagus sekali, bikin saya kerasan. Kalau kantor saya seperti ini, susah kerja kayanya. Pengin nyiram-nyiram tanaman terus," canda Risma.

Risma dan Dani lalu melihat rumah khas suku Osing, masyarakat asli Banyuwangi, yang terletak di halaman belakang pendapa. Risma tampak mencermati detil rumah suku Osing yang fondasinya berupa susunan rangka empat tiang kayu. Rumah itu disusun tanpa satu pun paku, tetapi menggunakan pasak pipih.

Risma pun memuji beberapa tanaman yang ada di sini. "Saya kira tanaman di sini sudah cukup, tak perlu banyak lagi. Saya benar-benar nyaman di sini. Sebenarnya saya sering dikasih cerita tentang pendapa Banyuwangi, tapi baru kali ini bisa membuktikannya. Insyaallah saya pasti akan kembali ke sini," katanya.

Setelah berkeliling pendapa, Risma berkesempatan membasuh muka dan merasakan kesegaran air sumur Sri Tanjung yang terletak di belakang pendapa. Sumur berusia ratusan tahun itu menjadi asal-muasal nama Banyuwangi.

Sementara itu, Ny Dani Azwar Anas senang bisa dikunjungi Risma. "Beliau banyak tahu tentang pengelolaan ruang terbuka hijau, tentang taman, saya tadi sempat tanya ada saran apa untuk Banyuwangi. Menurut Bu Risma, Banyuwangi sudah bagus, ini membuat kami bangga," kata Dani.

Di sela-sela kunjungannya, Risma juga sempat mencicipi kuliner tradisional khas Banyuwangi. Sejumlah oleh-oleh makanan tradisional khas Banyuwangi juga diberikan kepada Risma. Mulai bagiak, pia, klemben, sale pisang, hingga ladrang. (fat/fat)