Kisah di Balik Perjuangan Pembebasan Ratusan Korban Pasung Trenggalek

Adhar Muttaqin - detikNews
Rabu, 27 Nov 2019 08:32 WIB
Salah satu korban pemasungan di Trenggalek (Foto: Adhar Muttaqin/detikcom)

Winarti menjelaskan, setelah dibebaskan, biasanya korban pasung akan dirawat di Puskesmas Karanganyar atau RSUD dr Soedomo Trenggalek guna proses pemulihan fisik dan kejiwaan. Setelah kondisinya dinyatakan stabil, para korban pasung akan dikembalikan ke pihak keluarga.

"Saat ini tinggal dua korban pasung yang belum dibebaskan dan tiga repasung. Untuk repasung terjadi karena tidak ada yang mengurus. Nah sekarang masih kami cari jalan keluarnya," imbuhnya.

Wanita yang akrab disapa Win ini menjelaskan, dari 100 lebih korban pasung itu beberapa di antaranya telah sembuh total. Bahkan kembali beraktivitas seperti sediakala.


Upaya pembebasan pasung juga membutuhkan dukungan keluarga serta lingkungan. Peran lingkungan dinilai sangat penting agar korban pasung bisa sembuh dari gangguan kejiwaan. Adanya stigma negatif dari lingkungan kerap kali menjadi pemicu korban pasung sulit untuk disembuhkan.

"Artinya ketika ada korban yang sudah dibebaskan, jangan sampai memberikan stigma buruk. Misalkan menyebut gila atau yang lain. Kemudian dukungan dari keluarga juga penting terlebih terkait keaktifan untuk minum obat," jelasnya.

"Ada beberapa yang kembali bekerja, tantangannya sekarang adalah pendampingan, bagaimana proses pemberdayaan dan pemberian modal agar bisa berkarya," ujarnya.

Pihaknya berharap masyarakat Trenggalek memberikan dukungan penuh berhadap upaya pembebasan pasung. Sehingga tidak muncul korban-korban berikutnya.
Halaman

(fat/fat)