Kisah di Balik Perjuangan Pembebasan Ratusan Korban Pasung Trenggalek

Adhar Muttaqin - detikNews
Rabu, 27 Nov 2019 08:32 WIB
Salah satu korban pemasungan di Trenggalek (Foto: Adhar Muttaqin/detikcom)
Trenggalek - Berbagai upaya dilakukan pemerintah membebaskan ratusan korban pasung di Trenggalek. Dari 154 pemasungan, kini tinggal dua korban yang belum dibebaskan.

"Sebelum program bebas pasung dijalankan secara masif, di Trenggalek terdapat 154 warga yang dipasung. Kemudian sebelum 2016 itu Pemprov Jatim mulai melakukan upaya pembebasan, kemudian kita lanjutkan hingga sekarang," kata Kasi Disabilitas Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Trenggalek Sri Winarti, Selasa (26/11/2019).

Jerat pasung di Trenggalek dilakukan dengan berbagai cara. Mulai dirantai, dikurung dalam bilik bambu sempit hingga dihimpit kayu, layaknya pasung di daerah lain. Namun yang paling banyak diterapkan di Trenggalek justru kerangkeng bambu.

Sebagian besar keluarga korban pasung berdalih, upaya pasung diterapkan lantaran korban sering mengamuk dan membahayakan lingkungan sekitar. Penempatan korban pasung pun juga cukup memperihatinkan, beberapa di antaranya diletakkan di ladang, hingga tepi jurang.


"Padahal dengan dipasung, gangguan kejiwaannya akan semakin parah. Bayangkan ketika anda sendiri dikurung pasti akan stres," ujarnya.

Untuk membebaskan para korban pasung tersebut membutuhkan perjuangan ekstra. Sebab banyak kendala dan persoalan yang harus dihadapi saat di lapangan. Mulai dari keluarga hingga lingkungan. Pihaknya pun melibatkan berbagai instansi termasuk kepolisian hingga aparat TNI dan pemerintah desa.

Pola komunikasi menjadi senjata yang ampuh untuk menyadarkan keluarga pasung agar mengizinkan proses pembebasan korban. Bahkan untuk mempermudah komunikasi, tak jarang pihaknya menggandeng tokoh maupun perangkat desa.

"Kalau kendala yang paling sering dihadapi adalah dari keluarga, dengan berbagai alasan. mulai dari takut mengamuk hingga hal lain. Namun rata-rata bisa luluh setelah dilakukan komunikasi secara intensif," imbuhnya.
Selanjutnya
Halaman
1 2