Kata Emil Dardak tentang Staf Khusus Milenial Presiden Jokowi

Hilda Meilisa - detikNews
Selasa, 26 Nov 2019 21:07 WIB
Wagub Emil Dardak (Foto: Hilda Meilisa Rinanda)
Wagub Emil Dardak (Foto: Hilda Meilisa Rinanda)
Surabaya - Presiden Jokowi beberapa hari yang lalu mengangkat tujuh anak milenial menjadi staf khususnya. Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak memiliki pendapat terkait tujuh orang pilihan Jokowi ini.

Suami Arumi Bachsin ini menyebut pemilihan tujuh staf khusus ini bukan tanpa alasan. Karena, ketujuhnya memiliki rekam jejak baik hingga berbagai inovasi untuk masyarakat.

"Yang saya tahu, nama-namanya yang diangkat beliau itu memang berkualitas, memiliki bukan hanya intelektualitas yang tinggi, tapi juga punya rekam jejak inovasi yang bermanfaat ke masyarakat," kata Emil di Surabaya, Selasa (26/11/2019).

Tak hanya itu, Emil yakin berbagai prestasi yang diraih ketujuh staf khusus merupakan hasil perjuangan yang tidak mudah. "Saya pernah bertemu sebagian dari mereka dan sepak terjangnya dalam berjuang pada masyarakat ada. Jadi bukan instan," imbuhnya.


Emil juga ingin para anak muda ini bisa memberikan ide-ide segar bagi Indonesia ke depannya. Namun, Emil mengingatkan beberapa hal, salah satunya terkait lingkungan baru yang selalu memiliki kompleksitasnya masing-masing.

"Mereka anak-anak muda yang mudah-mudahan bisa menyuntik kita dengan ide-ide yang fresh yang baru. Tentunya kita sebagai generasi milenial juga jangan lupa bahwa setiap hal punya kompleksitasnya sendiri-sendiri," paparnya.

"Artinya kita berharap antara lembaga-lembaga yang selama ini menangani kebijakan sektoral, itu juga harus dipahami kompleksitas dari lingkungan kebijakannya. Sehingga ide-ide yang dihasilkan ini sudah memahami betul apa yang menjadi penentu kebijakan yang selama ini berjalan," imbuhnya.


Sementara terkait banyak pihak yang memberikan cibiran kepada para staf khusus dan Jokowi, Emil mengajak semuanya berpikir positif. Dia ingin masyarakat memberi waktu kepada para anak muda untuk membuktikan kehebatannya.

"Kenyataannya kan ini diangkat jadi staf khusus. Lalu, bahwa ini hanya pencitraan logikanya bagaimana? Kalau ini kan sudah diangkat resmi, diperkenalkan di Istana oleh Presiden langsung. Tentunya waktu yang akan menjawab bagaimana presiden konsisten dengan penerapan ide-ide yang fresh," pungkas Emil. (hil/iwd)