Mediasi Petani dan PLN di Madiun Soal Tiang Listrik Tak Buahkan Hasil

Sugeng Harianto - detikNews
Senin, 25 Nov 2019 19:31 WIB
Pengukuran lebar jalan/Foto: Sugeng Harianto

Menanggapi hal itu, pihak PLN yang memasang tiang listrik merasa telah melakukan semuanya sesuai prosedur. Atau tidak pernah memasang tiang di luar Daerah Marka Jalan (DMJ).

"PLN itu sebagai penyuplai energi kepada pelanggan, jadi PLN terlalu jauh untuk masuk ke dalam ranah BPN dan PU. Tapi PLN sudah tahu rambu-rambu untuk pemasangan tiang. Tidak memasang di luar Daerah Marka Jalan (DMJ)," terang Humas PLN UP3 Madiun, Bintara Tua Situmorang.

Sementara Kades Kaibon, Muhammad Sinto mengatakan, pihaknya akan melibatkan BPN untuk melakukan pengukuran. Sebab belum ada kesepakatan antara petani, PLN dan PU.


"Jadi gini, kita sebagai penengah antara petani dengan PLN siap melayani permintaan petani jika ingin melibatkan BPN untuk melakukan pengukuran lahan sawah milik petani," ujarnya.

"Versi dari PU masih ada kisaran satu meter wilayah tanah PU yang ditancapi tiang listrik itu. Dan petani memastikan kalau pihak PU berdasarkan acuan regulasi PU masih ada satu meter untuk talut. Kalau versi petani ini memotong lahan petani berdasar batas talut yang ada ini. Tapi nanti kita lihat regulasinya kita libatkan BPN," tambahnya.

Sebelumnya diberitakan, pemasangan tiang listrik di persawahan Desa Kaibon menjadi polemik. Dua pemilik sawah kaget dan keberatan karena pemasangan 13 tiang PLN tersebut dinilai tanpa izin dan pemberitahuan. Tujuh tiang di sawah Samiran dan enam tiang di sawah Bandi.
Halaman

(sun/bdh)