Mufti Anam Berbagi Kisah Kewirausahaan ke Mahasiswa: Jangan Takut Di-bully

Imam Wahyudiyanta - detikNews
Senin, 25 Nov 2019 17:47 WIB
Mufti Anam berbagi kewirausahaan kepada para mahasiswa (Foto: dok. Istimewa)
Surabaya - Anggota DPR RI Mufti Anam berbagi kisah kewirausahaan di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel, Surabaya. Mufti membagi kisahnya dalam acara Santripreneur Expo yang digelar Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Mufti mengatakan modal utama menjadi seorang pengusaha adalah kepercayaan diri dan optimisme menyambut masa depan.

"Sejak pelajar, nggak masalah mulai belajar berbisnis. Jangan takut di-bully, oh kamu anak miskin ya, kok kuliah sambil jualan. Jangan malu mulai belajar bisnis dari hal sederhana. Misalnya, di sekolah sambil jualan kaus, di kampus sambil jualan makanan, dan sebagainya," ujar anggota Komisi VI DPR RI tersebut saat berbagi kisahnya, Senin (25/11/2019).

Dalam acara yang dihadiri ratusan mahasiswa dan santri tersebut, Mufti mengatakan selama ini memang ada mitos keliru yang menghalangi seseorang untuk berani mulai bisnis. Salah satu mitos keliru itu adalah bahwa bisnis selalu butuh modal besar.


"Itu keliru, karena faktanya sangat banyak pengusaha sukses yang benar-benar berangkat dari nol: modal minim, jaringan tak punya, skill rendah. Mereka hanya bekerja keras dan bekerja cerdas dengan belajar melalui pengalaman jatuh-bangun," jelas Mufti.

Modal uang, lanjut Mufti, memang dibutuhkan, tetapi bukan segalanya. Jika kreatif, usaha bisa dikembangkan dengan modal minim.

"Semua usaha besar berawal dari satu langkah kecil. Perusahaan-perusahaan raksasa yang kita kenal sekarang sukses merajai bisnis dunia, juga memulai dari hal kecil, dari kantor yang sempit dan sebagian malah di garasi," ujar Mufti.

Mufti mengajak para mahasiswa dan santri terjun ke dunia kewirausahaan agar bisa ikut membantu masyarakat lewat penciptaan lapangan kerja.


"Anak muda tidak boleh alergi terahdap dunia bisnis. Kalau orang berbisnis kan bisa dapat penghasilan, bisa membuka lapangan kerja, bisa membantu negara lewat pajak, bisa beramal," imbuh Mufti, yang juga Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Jawa Timur.

"Indonesia masih butuh banyak pengusaha agar bisa semakin sejahtera. Sekarang jumlah entrepreneur kita masih di bawah 2 persen dari total populasi. Bandingkan dengan Singapura, yang sudah 7 persen, Malaysia 5 persen, dan Jepang yang 10 persen," pungkas Mufti.

Tonton juga Jokowi Minta Menteri Genjot Kemudahan Berusaha :

[Gambas:Video 20detik]

(iwd/fat)