Pemkab Turut Andil Metamorfosis Polresta Banyuwangi

Ardian Fanani - detikNews
Senin, 25 Nov 2019 16:42 WIB
Kapolda Jatim, Bupati Anas dan Kapolres Banyuwangi (Foto: Ardian Fanani/detikcom)
Kapolda Jatim, Bupati Anas dan Kapolres Banyuwangi (Foto: Ardian Fanani/detikcom)
Banyuwangi - Seiring perubahan status, pucuk kepemimpinan Polresta Banyuwangi berganti. AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi digantikan oleh AKBP Arman Asmara Syarifuddin. Sementara AKBP Taufik menggantikan posisi Amran Asrama Syarifuddin sebagai Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus (Wadireskrimsus) Polda Jawa Timur.

Pengukuhan dan pengambilan sumpah jabatan Kapolresta Banyuwangi dipimpin langsung Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Lucky Hermawan di halaman Mapolresta, Senin (25/11/2019).

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengucapkan selamat kepada Kapolresta Banyuwangi, AKBP Arman Asmara Syarifuddin atas jabatan yang diemban saat ini. Menurut Anas, dinamika Banyuwangi direkam oleh Polda Jatim dengan baik, dengan peningkatan status Polresta. Sebab menurutnya, dampak pariwisata banyak yang datang ke Banyuwangi. Namun bisa dipastikan ada efek negatif salah satunya adalah narkoba.

"Pastinya ada efeknya seperti narkoba atau kejahatan lain. Namun dengan adanya peningkatan status kepolisian bisa menjadi jawaban keresahan kami. Pemkab Banyuwangi mendapatkan kehormatan menjadi metamorfosis perubahan status polresta. Dan selanjutnya Banyuwangi akan menuju kota metropolis yang tentunya perlu pengamanan lebih ekstra. Selanjutnya ada tol Trans Jawa yang akan menyambung ke Banyuwangi," ujarnya kepada detikcom.

Kepada AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi, Anas mengucapkan terima kasih atas pengabdian selama di Banyuwangi. Selama kepemimpinnnya, Banyuwangi telah menjadi kota yang aman dan nyaman.

"Pengamanan kepolisian di kepemimpinan Pak Taufik ini sengat bagus. Banyuwangi aman dan tenteram," tandasnya.


Sementara AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi mengaku senang pernah bertugas di Banyuwangi. Menurutnya, bertugas di Banyuwangi sama saja dengan liburan. Karena selain banyak festival, destinasi wisata di Banyuwangi sangatlah menarik.

"Kesannya sangat luar biasa dinamikanya tidak akan ditemukan di daerah lain. Setiap saat kegiatan pemerintahan mau tidak mau kita selaraskan pengamanan dan menyaksikan dan menikmati. Setahun tidak terasa datang pas Festival Santri pergi juga ada Festival Santri," ujarnya kepada detikcom.

Menurut Taufik, status Polresta Banyuwangi diibaratkan naik kelas. Sehingga tantangan akan semakin berat. Namun pesannya untuk para anggota kepolisian di Polresta Banyuwangi selalu meningkatkan pelayanan yang lebih baik lagi.

"Masih banyak PR. Saya hanya sebagai pembuka jalan saja. Yang membangun adalah beliaunya Pak Amran. Ada beberapa yang harus lanjutkan yakni pembangunan Satpas Prototype belum selesai, penyelarasan kepangkatan ada harus ada kajian satker lain," tandasnya.

Sementara Kapolresta Banyuwangi AKBP Arman Asmara Syarifuddin mengatakan, jabatan sebagai Kapolresta Banyuwangi merupakan tanggung jawab yang saat ini diembannya. Tentunya penanganan khusus dilakukan pada Banyuwangi yang fokus terhadap sektor pariwisata.

"Sesuai dengan arahan Presiden dan Kapolri saat ini difokuskan pengamanan yang menunjang sektor ekonomi kerakyatan. Tentunya selaras dengan Banyuwangi yang dikenal dengan sektor pariwisata yang mendongkrak perekonomian masyarakat," pungkasnya.


Simak Video "Tradisi Petik Laut Banyuwangi"

[Gambas:Video 20detik]

(fat/fat)