Jelang Pilkada, PDIP Surabaya Dorong Kader Perluas Jejaring di Masyarakat

Deny Prastyo Utomo - detikNews
Senin, 25 Nov 2019 14:27 WIB
Foto: dok. Istimewa
Surabaya - Menjelang Pilkada 2020, Ketua DPC PDI Perjuangan (PDIP) Adi Sutarwijono mendorong para kader partai berlambang banteng moncong putih itu memperluas jejaring dan peran di masyarakat.

Hal tersebut disampaikan pria yang akrab disapa Awi itu dalam rapat koordinasi yang melibatkan PAC Kecamatan Tenggilis Mejoyo, pengurus ranting tingkat kelurahan, dan anak-anak ranting tingkat RW, Minggu (24/11/2019) malam.

"Pemenangan Pilkada 2020 di Surabaya salah satunya bertumpu pada peran kader-kader partai di masyarakat. Karena itu, segenap kekuatan PDI Perjuangan harus memperluas jejaring dan peran di masyarakat," kata Awi.

Pilkada Kota Surabaya 2020 akan mencari figur pemimpin baru, pengganti Wali Kota Tri Rismaharini, yang habis jabatannya pada awal 2021. Sekitar 2,1 juta warga memiliki hak pilih.

Wali Kota Risma, yang merupakan kader PDI Perjuangan, dinilai banyak kalangan telah berhasil membawa berbagai kemajuan di Kota Surabaya. Bahkan Risma berhasil mengangkat Kota Pahlawan ke kancah internasional. Berbagai penghargaan telah berhasil diraih Surabaya.


Wali Kota Risma memimpin Surabaya sejak 2010. Ia kemudian berhasil menang gemilang pada periode kedua, tahun 2015, dengan kemenangan mutlak 86,3 persen.

Sebelumnya, Surabaya dipimpin Bambang DH, yang juga kader PDIP. Ia berhasil meletakkan dasar-dasar pemerintahan kota yang modern, transparan, dan akuntabel. Terlebih, Bambang DH telah berhasil membawa Surabaya keluar dari berbagai krisis pasca-Orde Baru.

Bambang DH memimpin Kota Surabaya sejak 2002, menggantikan Wali Kota Soenarto Soemoprawiro, yang berhalangan sakit. Dalam pilkada langsung yang pertama, pada 2005, Bambang DH berhasil terpilih kedua kalinya dengan perolehan 51,34 persen.

"Berbagai kemajuan dan perkembangan pesat Kota Surabaya selama 17 tahun tentu menjadi modal yang positif PDI Perjuangan. Masyarakat akan menaruh kepercayaan pada PDI Perjuangan dalam Pilkada 2020," kata Adi.

Awi menambahkan gerak para calon wali kota dan calon wakil wali kota yang mendaftar melalui PDI Perjuangan harus didukung penuh oleh jajaran partainya. Ada 18 orang bakal calon yang mendaftar, enam berasal dari kader PDIP.


"Men-support dengan cara menyosialisasikan kepada warga masyarakat, termasuk membuka akses di masyarakat, sehingga para calon semakin dikenali warga," kata pria yang juga menjabat Ketua DPRD Surabaya ini.

Ketua PAC PDI Perjuangan Tenggilis Mejoyo, Mardiyono, mendukung penuh upaya perluasan jejaring di masyarakat.

"Kawan-kawan di Tenggilis Mejoyo akan bergerak aktif di masyarakat untuk menyosialisasikan para calon dari PDI Perjuangan," kata Mardiyono.

Dalam beberapa hari ini, DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya menggerakkan jajaran kepengurusan partainya di 31 kecamatan dan 154 kelurahan.

"Kemenangan Pilkada 2020 merupakan bagian dari perjalanan panjang untuk menyusun kemenangan Pemilu 2024. Kita semua bekerja dengan gotong-royong untuk mencapai tujuan itu," kata Awi.

Minggu malam, DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya menggelar pertemuan pengurus di Kecamatan Rungkut, Tenggilis Mejoyo, dan Kecamatan Gubeng.





Simak juga video Sebut Pilkada Tak Langsung Ide Gila, Formappi: Mudah Disahkan:

[Gambas:Video 20detik]

(iwd/iwd)