Polisi Selidiki soal Perdagangan Anak di Kasus Dokter Perkosa Siswi SMA

Enggran Eko Budianto - detikNews
Sabtu, 23 Nov 2019 11:27 WIB
Mapolres Mojokerto/Foto file: Enggran Eko Budianto
Mojokerto - Penyelidikan polisi tidak hanya fokus pada dugaan pemerkosaan dokter spesialis penyakit kandungan, dr AND (60) terhadap seorang gadis 15 tahun di Kabupaten Mojokerto. Petugas juga menemukan indikasi perdagangan anak dalam kasus ini.

Indikasi perdagangan anak itu salah satunya terlihat dari pengakuan korban yang merupakan siswi SMA kepada polisi. Ia mengaku diberi uang Rp 1,5 juta oleh dr AND.

Uang itu diterima korban setelah diperkosa terduga pelaku di tempat praktiknya. Yakni di jalan Raya Desa Seduri, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto pada 26 Agustus lalu. Tidak hanya itu, dr AND juga disebut memberi Rp 500 ribu kepada AR (30), wanita asal Kecamatan Bangsal yang saat itu mengantar korban.


"Yang sedang kami cari apakah korban ini murni cari duit untuk kebutuhan atau pemain? AR ini muncikari atau hanya sebatas pesuruh sekali saja? Ketiga, dokter ini pemain atau cuma konsumen biasa?," kata Kapolres Mojokerto AKBP Setyo Koes Heriyatno saat dihubungi detikcom, Sabtu (23/11/2019).

Setyo menjelaskan, untuk membuktikan indikasi perdagangan anak, salah satu yang dilakukan penyidik yaitu memeriksa ponsel korban. Menurut dia, terdapat bukti percakapan antara korban, AR dengan dr AND sebelum pemerkosaan itu terjadi.

"Kebetulan di HP korban ada percakapannya. Kami bawa ke laboratorium Digital Forensik Polda Jatim untuk diteliti," ujarnya.
Selanjutnya
Halaman
1 2