Kasus Dokter Diduga Perkosa Siswi SMA Naik ke Penyidikan

Enggran Eko Budianto - detikNews
Jumat, 22 Nov 2019 17:01 WIB
Foto: Enggran Eko Budianto
Mojokerto - Polisi menaikkan kasus pemerkosaan gadis berusia 15 tahun yang diduga dilakukan dr AND (60), dokter spesialis penyakit kandungan di Mojokerto ke tahap penyidikan. Kini petugas mengumpulkan bukti-bukti sebagai bekal untuk menetapkan tersangka.

"Kami gelar kemarin malam, langsung kami naikkan ke penyidikan. Hari ini penyelidik dan penyidik kami ke lapangan untuk mengumpulkan bukti," kata Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Dewa Putu Prima saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (22/11/2019).

Ia menegaskan, proses penyidikan kasus pemerkosaan gadis 15 tahun yang diduga dilakukan dr AND baru dimulai. Saat ini para penyidik masih mengumpulkan berbagai alat bukti. Sehingga pihaknya belum menetapkan seorang pun sebagai tersangka.

"Kalau sudah ada alat bukti minimal 2, baru kami gelarkan," ujar Dewa.


Sejauh ini, kata Dewa, pihaknya baru meminta keterangan dari 2 saksi. Yaitu korban dengan ibunya. Gadis 15 tahun itu diketahui tinggal di Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto. Status korban sebagai siswi SMA belum bisa dipastikan oleh polisi.

Penyidik juga akan memeriksa 4 orang sebagai saksi besok (23/11). Salah satunya wanita berinisial AR (30), warga Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto.

Karena saat datang ke tempat praktik dr AND, korban diantar oleh AR. Sementara 3 saksi lainnya yaitu orang yang tinggal di rumah AR.

"Informasinya kan korban ini bekerja di rumah AR. Itu yang kami mau minta ketetangan, dari rumah sampai berangkat ke TKP itu bagaimana sih ceritanya," terangnya.


Dewa menambahkan, korban telah menjalani visum di rumah sakit. "Korban sudah dibawa ke rumah sakit untuk visum, tapi kami belum terima hasilnya," tandasnya.

Ibu korban melaporkan kasus dugaan pemerkosaan ini ke Polres Mojokerto pada Senin (18/11). Dalam laporannya, ibu korban menyebut anak gadisnya telah diperkosa dr AND pada 26 Agustus 2019 sekitar pukul 11.00 WIB.

Gadis 15 tahun itu diduga diperkosa dr AND di tempat praktiknya di Kecamatan Mojosari, Mojokerto. Korban datang ke lokasi diantar oleh AR.

Usai diperkosa, korban mengaku diberi uang Rp 1,5 juta oleh terduga pelaku. Menurut korban, saat itu AR juga menerima uang Rp 500 ribu dari dr AND. Informasi yang didapatkan detikcom, korban bekerja sekitar 3 bulan sebagai pembantu rumah tangga di rumah AR. (iwd/iwd)