Khofifah Ingin Jatim Tak Hanya Punya Ketahanan Pangan, tapi Juga Berdaulat

Khofifah Ingin Jatim Tak Hanya Punya Ketahanan Pangan, tapi Juga Berdaulat

Hilda Meilisa - detikNews
Selasa, 19 Nov 2019 17:37 WIB
Foto: Istimewa
Foto: Istimewa
Surabaya - Gubernur Khofifah Indar Parawansa menghadiri perayaan Hari Pangan Sedunia di Surabaya. Khofifah ingin Jawa Timur tak hanya memilki ketahanan pangan, tapi bisa berdaulat pangan.

"Ke depan saya berharap Jatim harus naik tingkat, bukan ketahanan pangan, tapi kedaulatan pangan. Hari Pangan Sedunia bagi bangsa Indonesia harus menjadi bagian penting untuk menjaga ketahanan pangan dan meningkatkan kedaulatan pangan kita," kata Khofifah di JX International, Jalan Ahmad Yani, Surabaya, Selasa (19/11/2019).

"Harus terpenuhi, maka tidak ada orang mestinya tidak bisa memenuhi asupan gizi yang baik dari pangan yang dikonsumsi. Kaitan besar adalah tidak boleh ada kelaparan dan meminimalkan kemiskinan," imbuhnya.

Bahkan Khofifah ingin mengajukan penggantian nama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan menjadi Dinas Pertanian dan Kedaulatan Pangan.


"Kita ingin usulkan perubahan nomenklatur bukan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, tapi Dinas Pertanian dan Kedaulatan Pangan. Karena kita butuh pangan, kita harus daulat. Apalagi di Jatim kita ini surplus, beras masih 3,7 juta ton kita sudah suplus jagung 5,88 juta ton. Jatim sebagai supplier distributor yang cukup kuat selama ini Jatim menyangga 15 provinsi di Indonesia," paparnya.

Tak hanya itu, Khofifah juga menyoroti adanya penyusutan lahan pertanian sebesar 1.900 hektare di Jatim. Khofifah pun meminta para kepala daerah tidak sembarangan memberi izin proyek seperti pabrik hingga jalan dengan menggunakan lahan produktif.

"Per tahun data yang sampai kepada saya sekitar 1.900 hektare lahan pertanian menyusut. Dari penyusutan ini tersebar dari seluruh kabupaten kota, maka menjadi penting para bupati, wali kota kembali menyisir kembali perda-perda mereka, menyisir kembali staf yang bagian menyisir kembali pemberi izin IMB. Kalau itu lahan itu produktif maka jangan dikonversikan untuk lahan yang lain," lanjutnya.


Untuk itu, Khofifah berharap bisa melindungi lahan perhatian di Jatim. Selain itu, dia ingin lebih berinovasi tentang pangan. Dia juga ingin milenial tak malu bercocok tanam.

"Harapan saya kembali para milenial dan generasi z kembali bercocok tanam. Makin tinggi teknologi pangan makin memungkinkan mereka bercocok tanam, makin keren. Makin memungkinkan mereka bercocok tanam dengan digital mereka bisa me-remote kebutuhan air, kebutuhan suhu, kapan saat menanam, kapan saat memanen memberi pupuk dan sebagainya," pungkasnya. (hil/iwd)