Nekat Tempati Lahan Pascaekskusi di Banyuwangi, Warga Mulai Sakit

Nekat Tempati Lahan Pascaekskusi di Banyuwangi, Warga Mulai Sakit

Ardian Fanani - detikNews
Sabtu, 16 Nov 2019 22:05 WIB
Korban eksekusi lahan di Banyuwangi mulai sakit (Foto: Ardian Fanani/detikcom)
Korban eksekusi lahan di Banyuwangi mulai sakit (Foto: Ardian Fanani/detikcom)
Banyuwangi - Pascaeksekusi lahan di Jalan Kepiting Banyuwangi, beberapa warga yang rumahnya digusur masih nekat menghuni lahan yang sudah rata dengan tanah. Beberapa warga dan anak-anak yang tinggal di antara reruntuhan puing bangunan pascaeksekusi tanah itu mulai dilanda demam. Para orang tua juga dilanda tekanan darah tinggi dan pusing-pusing.

Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, dokter Widji Letariono mengatakan, pihaknya sudah merespon kondisi kesehatan warga dengan menerjunkan tim medis dari Pusksesmas Sobo ke lokasi.

"Kami sudah menerima laporan dari tim medis Pusksesmas Sobo yang akan terus memantau kondisi warga selama masih berada di tempat objek eksekusi," ujarnya kepada wartawan, Sabtu (16/11/2019).

Tim medis Puskesmas Sobo mendatangi warga yang terdampak penggusuran rumah tereksekusi di lingkungan Stendo RT 01/RW 07, Kelurahan Tukang Kayu itu. Petugas memeriksa satu per satu warga yang mengalami keluhan. Mulai anak-anak hingga orang tua.


"Kita periksa dan kita beri obat dan multivitamin," tambahnya.

Kepala Puskesmas Sobo, Dadang Tripitoko mengaku pihaknya terjun langsung memeriksa kondisi kesehatan warga. Ada 25 warga yang berhasil diperiksa kesehatannya. Dari 25 warga yang diperiksa, kata Dadang, mengalami gangguan kesehatan seperti kepala pusing. Setelah diperiksa tekanan darahnya ternyata banyak warga yang tekanan darahnya tinggi.

"Bisa jadi hal itu disebabkan kualitas tidur atau kurangnya istirahat. Apalagi, warga juga masih dirundung masalah dan beban pikiran," tambahnya.

Sementara untuk anak-anak juga mulai dilanda demam. Yang lebih parah, sejumlah anak masih mengalami trauma. Karena dari hasil pemeriksaan yang dilakukan tim medis Puskesmas Sobo rata-rata anak-anak tidak mau diajak ke lokasi rumahnya. Mereka masih mengingat betul saat rumah tempat tinggalnya dirobohkan menggunakan alat berat.


Tidak hanya melakukan pemeriksaan, pihaknya juga memberikan obat-obatan dan multivitamin agar sakit yang dialami warga bisa sedikit reda. Kami akan terus memantau kondisi kesehatan warga ini, khususnya bagi yang tinggal di lokasi objek eksekusi, jelasnya.

"Khusus untuk anak-anak yang masih mengalami trauma, kita juga akan segera berkoordinasi dengan pihak terkait untuk sama-sama melakukan langkah trauma healing bagi anak-anak yang masih tinggal di antara puing reruntuhan bangunan. Kami sudah laporkan kepada kepala dinas kesehatan terkait kondisi kesehatan warag penggusuran ini," terangnya. (fat/fat)