detikNews
Jumat 15 November 2019, 14:44 WIB

Giliran Panitia Test Perangkat Desa yang Dipanggil DPRD Ponorogo

Charolin Pebrianti - detikNews
Giliran Panitia Test Perangkat Desa yang Dipanggil DPRD Ponorogo Panitia Test Perangkat Desa yang Dipanggil Dewan (Foto: Charolin Pebrianti/detikcom)
Ponorogo - Panitia penyelenggara test perangkat Desa Cekok, Kecamatan Babadan, Ponorogo mendatangi kantor DPRD. Ini diduga ada KKN dan kecurangan peserta test.

Ketua Panitia Eko Nugroho menegaskan pihaknya melaksanakan tugas sesuai dengan regulasi yang ada. Seluruh pelaksanaan mekanisme test tersebut mengacu pada Perda No 3 tahun 2017, Perbup No 70 tahun 2018 dan Perdes No 5 tahun 2019.

"Di dalam aturan tersebut sudah dijelaskan bagaimana mekanisme perekrutan perangkat desa," tutur Eko saat ditemui detikcom di Kantor DPRD Ponorogo, Jalan Alun-Alun Timur, Jumat (15/11/2019).

Disinggung soal adanya nepotisme, Eko menegaskan pihaknya melakukan proses perekrutan sesuai dengan prosedur. Panitia sudah berkomitmen dengan menjalankan penyelenggaran test ini sesuai aturan. Terkait adanya anak ataupun kerabat perangkat desa yang lolos test, Eko tidak ingin berkomentar lebih jauh. Sebab, hasil test sudah keluar dan disaksikan oleh seluruh peserta.

"Kami sudah melakukan tahapan hingga terakhir pengumuman hasil kepada peserta, jika ada yang mempersoalkan hasil. Kami panitia sudah melakukan tugas dengan jujur, adil dan transparans," terang dia.


Terkait pembuatan soal, pihak panitia telah menunjuk pihak ketiga untuk membuat soal sebanyak 2.000 butir termasuk soal cadangan. Test sendiri dilaksanakan secara tertulis pada 6 November 2019 lalu yang diikuti 55 peserta dengan 10 formasi yang dibutuhkan. Bahkan saat melakukan koreksi jawaban serta pengumuman hasil dilaksanakan di depan para peserta test.

"Kehadiran kami disini untuk mengkonfirmasi apa saja yang sudah dilakukan panitia dalam melaksanakan tugasnya," tandas dia.

Eko pun menambahkan terkait peserta test tidak ada aturan yang melarang keluarga atau kerabat perangkat desa untuk mengikuti test. Hanya keluarga atau kerabat panitia saja yang dilarang mengikuti test.

Sementara Camat Babadan Jaka Wardaya menambahkan saat proses pembuatan soal, pihak ketiga yang ditunjuk tersebut dikarantina di ruangan yang dijaga oleh anggota polsek, koramil serta staff kecamatan Babadan.

"Kami juga melihat soal tersegel dan langsung dikerjakan oleh para peserta, setelah selesai langsung dikoreksi dan diumumkan didepan para peserta," imbuh dia.

Menurutnya, panitia sudah menjalankan sesuai fungsi dan tugasnya secara tranparans. Bahkan saat kades membentuk panitia pun dilakukan secara transparans.

"Kami saat proses rekrutmen sangat terbuka," pungkasnya.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com