Sudahi Polemik GBT, DPRD: Ayo Gotong-Royong Sambut Piala Dunia di Surabaya

Deni Prastyo Utomo - detikNews
Jumat, 15 Nov 2019 11:40 WIB
Gelora Bung Tomo (GBT) Foto: Istimewa
Gelora Bung Tomo (GBT) Foto: Istimewa
Surabaya - Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono merespon KONI dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jatim, yang meminta penghentian polemik Stadion Gelora Bung Tomo (GBT). Polemik dipicu oleh pro-kontra "bau sampah".

Adi sependapat semua pihak, mulai pemerintah hingga masyarakat, diharapkan bisa bergotong-royong menyongsong Kota Surabaya sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 pada 2021 mendatang.

"Saya setuju, sudahi polemik. Ayo gotong-royong, wujudkan mimpi kita bersama: jadikan Surabaya tuan rumah Piala Dunia U-20," ujar Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono saat dikonfirmasi, Jumat (15/11/2019).


Adi mengatakan Pemkot Surabaya, masyarakat sepak bola Jawa Timur, dan PSSI telah merintis ikhtiar sejak beberapa bulan lalu. Agar Surabaya terpilih sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Berbagai dokumen disiapkan dan komitmen ditandatangani Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan jajarannya.

"Surabaya juga telah punya modal kuat berupa aksesabilitas, fasilitas stadion, lapangan latihan, dan sebagainya, hingga akhirnya FIFA memilih Indonesia sebagai tuan rumah, di mana Surabaya menjadi salah satu kota yang ditawarkan. Jadi mari sukseskan. Stop polemik. Keberhasilan Surabaya adalah kebanggaan Jawa Timur dan Indonesia," ujar Adi yang juga ketua DPC PDIP Kota Surabaya.

Wujud komitmen Pemkot Surabaya itu ditunjukkan lewat APBD 2020 yang di dalamnya telah mengalokasikan dana sekitar Rp 100 miliar untuk menyongsong perhelatan Piala Dunia U-20 di Kota Pahlawan. APBD 2020 Surabaya telah disahkan bersama DPRD pada 10 November lalu, tepat Hari Pahlawan.

"Di dalamnya memuat sejumlah langkah aksi memperbaiki lapangan Stadion Gelora 10 November dan Lapangan Karanggayam sebesar Rp 25 miliar. Dua lapangan itu bakal menjadi tempat latihan timnas dari berbagai negara yang bakal datang ke Surabaya. Juga nanti disiapkan fasilitas latihan baru," ujar Adi.

Lalu ada perbaikan akses jalan ke Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) dan perbaikan Stadion GBT masing-masing sebesar Rp 40 miliar dan Rp 30 miliar. Selain itu, akan dibikin single seat untuk VIP class di Stadion GBT dengan anggaran Rp 5,5 miliar.


Adi berharap polemik soal GBT disudahi tanpa harus ada yang merasa menang dan kalah. "Sebenarnya tujuan kita semua ini sama, bikin Surabaya jadi tuan rumah Piala Dunia U-20. Polemik kan hanya soal perbedaan pendapat urusan teknis, tapi garis besar keinginannya sama. Jadi buat apa diperpanjang," pungkas Adi.

Seperti diketahui, dalam jumpa pers, KONI dan Dispora Jatim berharap semua pihak menghentikan polemik soal Stadion GBT. Mereka menyatakan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mendukung GBT sebagai venue Piala Dunia U-20. (fat/fat)