Khofifah Apresiasi Pemkab Bojonegoro dalam Tangani Dampak Angin Kencang

Ainur Rofiq - detikNews
Selasa, 12 Nov 2019 21:02 WIB
Gubernur Khofifah mengunjungi korban puting beliung di Bojonegoro. (Ainur Rofiq/detikcom)
Gubernur Khofifah mengunjungi korban puting beliung di Bojonegoro. (Ainur Rofiq/detikcom)

Berdasarkan hasil analisis BMKG, tambah Khofifah, kejadian hujan es dan disertai dengan angin kencang yang berlangsung di Bojonegoro dan sekitarnya akibat adanya pertumbuhan awan kumulonimbus yang cukup signifikan. Dengan suhu puncak awan mencapai -69 hingga -100 Celsius.

Pertumbuhan awan kumulonimbus ini disebabkan oleh adanya pola belokan angin di wilayah Jawa Timur dan didukung dengan kondisi atmosfer yang cukup labil dan lembap. Serta adanya aktivitas penguapan yang cukup tinggi di sekitar Laut Jawa bagian utara dan Selat Madura.


Sementara itu, berdasarkan siaran pers dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), tercatat dari Januari hingga November 2019, jumlah angin kencang merupakan kejadian tertinggi dibanding jenis bencana lain. Sebanyak 1.010 kejadian puting beliung terjadi sepanjang tahun ini. Kejadian puting beliung telah mengakibatkan korban meninggal dunia 13 jiwa, luka-luka 187, dan mengungsi 41.429. Sedangkan terkait kerusakan permukiman akibat bencana ini mencapai 1.865 unit rusak berat, 3.134 rusak sedang, dan 18.211 rusak ringan.

Masih berdasarkan keterangan dari BNPB, angin kencang biasanya terjadi saat pergantian musim. Dari musim kemarau ke musim hujan atau sebaliknya. Untuk itu, seluruh warga masyarakat diimbau untuk tetap waspada dalam menghadapi potensi bahaya angin kencang.

Pada kunjungan tersebut, Gubernur Khofifah juga memberikan bantuan kepada warga yang terdampak angin kencang di Bojonegoro. Antara lain berupa paket sembako, 1.350 terpal, paket sandang, alat kebersihan, dan barang keperluan anak-anak.
Halaman

(sun/bdh)