Kelas Rusak Paksa Siswa Belajar Lesehan di Musala, Ini Respons Dindik Jombang

Kelas Rusak Paksa Siswa Belajar Lesehan di Musala, Ini Respons Dindik Jombang

Enggran Eko Budianto - detikNews
Senin, 11 Nov 2019 16:49 WIB
Kondisi bangunan SDN Dukuhklopo yang ambruk (Foto: Enggran Eko Budianto)
Jombang - Rusaknya 3 ruang kelas memaksa puluhan siswa SDN Dukuhklopo, Kecamatan Peterongan, Jombang belajar di perpustakaan dan musala sekolah. Meski begitu, Dinas Pendidikan (Dindik) Jombang justru menilai sekolah ini tidak kekurangan ruang kelas.

Kepala Dindik Jombang Agus Purnomo mengatakan, atap sebuah ruang kelas di SDN Dukuhklopo memang sengaja diambrukkan. Dia mengaku telah melayangkan Surat Edaran (SE) agar sekolah mengambrukkan bangunan yang dinilai mengancam keselamatan para siswa.

"Bukan ambruk, diambrukkan. Tidak hanya gedung, pohon yang sekiranya membahayakan siswa agar dipotong. Kebetulan gedung ini dua tahun tidak dipakai karena merger. Kami anggap membahayakan siswa," kata Agus kepada wartawan saat meninjau SDN Dukuhklopo, Senin (11/11/2019).


Ia menjelaskan, sejak dimerger sekitar 2 tahun lalu, SDN Dukuhklopo mempunyai beberapa ruang kelas yang tidak terpakai. Oleh sebab itu, meski terdapat 3 ruang kelas yang rusak, dia menjamin sekolah dasar ini tidak kekurangan ruang kelas.

"Loh cukup, siapa yang ngomong nggak cukup. Ini saya sudah komunikasi dengan Kepala Sekolah," ujar Agus.

Agus pun menjanjikan rehab 3 ruang kelas yang rusak di SDN Dukuhklopo tahun 2021 nanti. Itu pun ruangan yang rusak diperbaiki tidak untuk keperluan belajar mengajar.

"Akan kami bangun untuk keperluan lain. Kalau ruangan kaitannya dengan rombel (rombongan belajar) sudah cukup," tegasnya.

Namun apa yang dikatakan Agus, berbeda dengan kondisi sesungguhnya di SDN Dukuhklopo. Sebanyak 57 siswa kelas 2 sampai hari ini masih belajar di perpustakaan sekolah karena rusaknya ruang kelas mereka.

Sementara 62 siswa kelas 5 harus belajar di musala sekolah. Ruang kelas 5 bersebelahan dengan ruang kelas yang ambruk. Sehingga pihak sekolah mengosongkan ruang kelas 5 karena khawatir ikut ambruk. Sementara siswa kelas 1 direlokasi ke ruang kelas yang tidak terpakai.

Kepala SDN Dukuhklopo Tri Miyati menyangkal pernyataan Agus. Menurut dia, atap ruang kelas 1 ambruk karena kerangka penyangganya sudah lapuk. Dia menampik sengaja merobohkan atap ruang kelas tersebut.


"Ambruknya karena sudah lapuk atapnya. Ambruk sendiri. Kami memang sudah koordinasi dengan komite, minggu depan mau diambrukkan atapnya, tapi keduluan ambruk sendiri. Asli ambruk sendiri," terangnya.

Dia membenarkan saat ini SDN Dukuhklopo kekurangan tempat belajar mengajar karena rusaknya 3 ruang kelas. Yaitu bekas ruang kelas 1, kelas 2 dan 5. Permohonan rehab telah diajukan ke Dindik Jombang sejak 4 tahun lalu. Namun belum ada perbaikan dari pemerintah.

"Besok kami tata kelas 1 dan 2 gantian pagi dan siang. Kelas 5 bergantian dengan kelas 2A supaya tidak ada yang belajar di musala dan perpustakaan," tandasnya.
Halaman 2 dari 2
(fat/iwd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.