Parade Juang Ingatkan Bersatunya Bangsa Indonesia Melawan Penjajah

Hilda Meilisa - detikNews
Sabtu, 09 Nov 2019 11:33 WIB
Risma ikut dalam parade juang (Foto: Hilda Meilisa Rinanda)
Surabaya - Suasana Kota Surabaya nampak berbeda di hari ini. Ribuan orang berjajar di sisi kanan dan kiri jalanan kota, menyambut arak-arakan Parade Juang dalam Peringatan Hari Pahlawan yang jatuh saban 10 November.

Pagelaran ini dihelat setiap tahun oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Berbagai nuansa pahlawan pun disajikan dalam parade ini. Salah satunya, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang memakai atribut pahlawan sembari menaiki tank.

Dalam sambutannya, Risma menggaungkan semangat persatuan kepada seluruh warga Surabaya. Dia mengingatkan dulu di masa perjuangan, seluruh masyarakat pun bersatu hingga tak membeda-bedakan.

"Saya ingin menyampaikan kepada seluruh warga Kota Surabaya pada saat kita merdeka tahun 1945, kita berjuang dengan seluruh lapisan masyarakat. Ada seluruh suku bangsa yang ada di Indonesia, itu disebutkan di dalam pidato Bung Tomo," kata Risma dalam sambutannya di Surabaya, Sabtu (9/11/2019).

Tak hanya itu, Risma ingin berbagai lapisan suku, agama mengingat bagaimana pahlawan dulu yang berjuang tanpa membeda-beda. Risma mengingatkan setelah merdeka, jangan sampai masyarakat terpecah belah.

"Saat itu ada seluruh agama dan seluruh etnis yang ikut berjuang pada tahun 1945, juga ada pejuang dari berbagai lapisan agama termasuk pejuang-pejuang dari pesantren. Jadi karena itu saya ingin menyampaikan kepada seluruh warga Kota Surabaya, kita jangan pernah melupakan apa yang telah diperjuangkan oleh para pahlawan untuk negara kita, untuk kota kita tercinta seperti ini," ucap Risma.


"Saat berjuang, para pejuang tidak membeda-bedakan siapa dia, siapa saya. Karena itu mulai sekarang jangan kita mudah diprovokasi untuk dipecah belah. karena sesungguhnya saat berjuang kita bersama-sama. Namun kenapa kita harus terpecah belah saat kita sudah merdeka," imbuhnya.

Tak hanya itu, Wali kota kelahiran Kediri ini menambahkan untuk menjadi Indonesia yang maju, semua harus bersatu melawan kemiskinan dan kebodohan. Dia juga ingin masyarakat tidak mudah dihasut debgan hoaks yang terjadi.

"Jangan mudah dihasut, hangan mudah kena hoax karena sesungguhnya mereka adalah yang membuat fitnah dan hoax adalah orang-orang yang ingin memecahkan persatuan dan kesatuan kita dan menghancurkan negara kita tercinta

"Saya ingin seluruh warga Surabaya, ayo kita tunjukan bahwa Arek-arek Suroboyo adalah anak yang akan menjadi teladan seluruh bangsa dan negara. Kita Arek-arek Suroboyo adalah pejuang yang tidak pernah kenal putus asa," tegas Risma.

Di momentum Hari Pahlawan yang akan dirayakan setiap 10 November, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memiliki pesan khusus bagi para generasi muda. Pesan ini disampaikan Risma dengan penuh semangat.

"Saya ingin seluruh warga Surabaya Ayo kita tunjukan bahwa arek-arek Suroboyo adalah anak yang akan menjadi teladan seluruh bangsa dan negara kita arek-arek Suroboyo adalah pejuang yang tidak pernah kenal putus asa," pesan Risma.


Foto: Hilda Meilisa Rinanda

Sebelumnya, Parade Juang ini digelar dengan berbagai rangkaian. Parade ini dibuka dengan Puisi Surabaya Bhinneka oleh Sosiawan Leak dan dilanjutkan teatrikal perang 10 November 1945 oleh Komunitas Pecinta Sejarah se-Indonesia.

Usai itu, para peserta melaju ke Gedung Aiola dan melakukan teatrikal Pidato Tokoh Bung Tomo dan Perang Heroik Madun Oleh Roodebrug.

Setelah itu, rombongan Wali Kota Surabaya melanjutkan perjalanan ke Hotel Majapahit. Di sini, Risma membaca puisi tulisan KH Mustofa Bisri yang bertajuk Surabaya. Rangkaian teatrikal hingga pembacaan puisi juga dihelat di depan Gedung Negara Grahadi, berlanjut ke Monumen Bambu Runcing hingga Monumen Polisi Istimewa.

Tak selesai di situ, rangkaian acara pun berakhir di Taman Bungkul Surabaya. Sebelum sampai Bungkul, Risma juga sempat menyerahkan senjata kepada para veteran. Rangkaian acara ini pun ditutup dengan puisi yang dibacakan Marcella Zalianty dan teatrikal Perebutan Jembatan Wonokromo oleh Roodebrug. (hil/iwd)