detikNews
Kamis 07 November 2019, 15:53 WIB

Tersangka Order Fiktif Minta Penangguhan Tahanan, Polisi: Wewenang Penyidik

Hilda Meilisa - detikNews
Tersangka Order Fiktif Minta Penangguhan Tahanan, Polisi: Wewenang Penyidik Kuasa hukum tersangka menunjukkan surat penangguhan penahanan (Foto: Hilda Meilisa Rinanda)
Surabaya - Polisi telah menerima permohonan penangguhan penahanan empat tersangka order fiktif untuk mencari cash back Tokopedia. Namun, keputusan pengabulan permohonan ini merupakan wewenang penyidik.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera mengatakan ada dua syarat dikabulkannya penangguhan penahanan. Yakni syarat subjektif dan objektif.

Barung mencontohkan jika tersangka tersebut beralasan untuk melanjutkan pendidikannya hingga menjadi tulang punggung, hal ini masuk syarat subjektif.

"Penangguhan penahanan, saya pun wajib melakukan penangguhan penahanan, tapi ada syarat subjektif. Syaratnya apa? Oh yang bersangkutan mau sekolah, dia mau menghidupi anak istrinya, oh dia sebagai tulang punggung," kata Barung memberi contoh di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Kamis (7/11/2019).


Lalu, jika syarat objektif, Barung menyebut para tersangka harus ada yang menjamin jika mereka tak akan melarikan diri.

Namun, Barung mengembalikan hal ini kepada penyidik. Menurutnya, dua syarat tersebut masih akan ditinjau lagi apakah akan dikabulkan atau tidak.

"Kalau syarat objektifnya dia tidak melarikan diri, dia ada yang menjamin. Semua wewenang itu ada penyidik. Dan sudah masuk ke meja penyidik suratnya. dikabulkan atau tidak itu wewenang penyidik," pungkas Barung.

Sebelumnya, Polisi telah menetapkan empat tersangka kasus ini, yakni Michael Chandra, Max Vissel Tedjakusuma, Kenno Kent, dan Hansei Buddie Soepriyanto. Keempatnya ditetapkan melanggar Pasal 27 ayat 3 UU ITE karena melakukan order fiktif di Tokopedia untuk mendapatkan cash back.


Kuasa Hukum pun mengajukan permohonan penangguhan penahanan karena empat tersangka ini sedang menempuh pendidikan.

Tak hanya itu, kasus ini sempat menyeruak lantaran kuasa hukum empat tersangka mengadukan dua penyidik dari Polda Jatim ke Subdit Provos dan Pengamanan (Propam). Pengaduan ini dibuat karena kedua penyidik diduga memeras orang tua tersangka agar kasusnya bisa diselesaikan secara damai.

Kedua penyidik yang diadukan berinisial A dan K. Saat itu, empat orang tua tersangka dimintai uang Rp 400 hingga Rp 500 juta agar para tersangka bisa dibebaskan.




Tonton juga video Korban Order Fiktif Ojol, Pemilik Restoran Ini Rugi Rp 40 Juta:

[Gambas:Video 20detik]




(hil/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com