Pemkot Madiun Ancam Putus BPJS Kesehatan yang Nunggak Rp 35 Miliar

Sugeng Harianto - detikNews
Kamis, 07 Nov 2019 13:10 WIB
BPJS Kesehatan di RSUD Sogaten Kota Madiun (Sugeng Harianto/detikcom)
BPJS Kesehatan di RSUD Sogaten Kota Madiun (Sugeng Harianto/detikcom)
Madiun - Rumah Sakit Daerah Kota Madiun mengklaim total tunggakan BPJS Kesehatan mencapai Rp 35 miliar. Hal itu disampaikan Wali Kota Madiun Maidi.

Menanggapi hal itu, Pemkot Madiun mengancam akan memutus kontrak layanan kesehatan BPJS. Hal itu akan dilakukan jika sampai Desember nanti pihak BPJS tidak melunasi tunggakan.

"Begini, BPJS harus menyelesaikan tunggakan. Tunggakan yang kurang-lebih Rp 30 miliar atau Rp 35 miliar harus terbayar sampai Desember bulan depan. Itu harus terbayar," terang Maidi kepada wartawan di SDN 04, Kelurahan Madiun Lor, Kamis (7/11/2019).


Meski begitu, menurut Maidi, Pemkot sudah menganggarkan dana talangan untuk BPJS pada 2020. Namun, jika tunggakan tahun ini tidak dibayar oleh BPJS, Pemkot akan berpikir ulang untuk melanjutkan kerja sama tersebut.

"Tapi yang penting anggaran untuk BPJS sudah ada. Artinya, sudah dianggarkan di tahun 2020. Tapi BPJS harus menyelesaikan tunggakan. Kalau itu tidak terbayar, nanti akan menjadi perhitungan apakah kita pakai BPJS atau apakah kita nanti Jamkesmasta," paparnya.
Selanjutnya
Halaman
1 2