Kemarau Bikin Tikus di Kediri Merajalela, Panen Petani Merugi

Andhika Dwi Saputra - detikNews
Kamis, 07 Nov 2019 12:11 WIB
Selama ini tikus di sawah hanya ditangkap dengan perangkap tikus. (Foto: Andhika Dwi Saputra)
Kediri - Kemarau panjang di Kabupaten Kediri ditengarai menjadi penyebab meningkatnya populasi tikus. Akibatnya, panen menjadi terganggu. Pada akhirnya, petani bergotong royong memburu tikus di lahan tani mereka.

Puluhan hektare lahan pertanian di Desa Pagu, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, terserang hama tikus. Populasi tikus yang merajalela di musim kemarau ini menyebabkan tingkat keberhasilan panen petani hanya 40 persen.

Dari 200 hektare lahan pertanian di Desa Pagu, 20-30 persennya saat ini mulai diserang hama hewan pengerat ini. Bahkan populasi tikus yang merajalela pada musim kemarau yang berkepanjangan menyebabkan produksi petani turun drastis.

Kepala Desa Pagu Joko Luhur mengakui kemarau panjang tidak hanya membawa masalah kurang air, tapi juga mewabahnya hama tikus.


"Saat ini tingkat keberhasilan petani cuma 40 persen. Seperti bengkoang, itu kalau sudah dimakan sedikit, kan nggak laku. Kondisi ini betul-betul sangat merugikan," kata Joko, Kamis (7/11/2019).

Selain bengkoang, menurut Joko, hama tikus menyerang hampir seluruh tanaman, termasuk tebu, ubi jalar, dan nanas. Petani pun mulai khawatir akan merugi.

"2016 sudah mulai sebenarnya. Mula-mula sedikit. Namun akhir-akhir ini sudah semakin parah, tikus merajalela," jelas Joko.

Selama ini upaya petani belum cukup berhasil. Petani hanya mengandalkan perangkap atau menggunakan gas yang dimasukkan ke lubang-lubang tikus. Terlebih tidak dilakukan secara serentak atau geropyokan.


Namun saat ini petani tengah melakukan uji coba racun pembasmi tikus 'Basmikus' untuk membasmi hama yang menyerang lahan pertanian ini.

Basmikus merupakan racun tikus pemberian dari Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri. Basmikus berbentuk mirip kembang api yang mengeluarkan asap beracun.

Nantinya setiap kelompok tani akan menerima 70 Basmikus untuk membasmi hama tersebut. Setelah uji coba awal ini, Basmikus akan dipasang secara serentak di masing-masing wilayah lima kelompok tani agar pembasmian lebih efektif.



Simak juga video Kemarau Berlanjut, Hujan Diprediksi Baru Turun Bulan Depan:

[Gambas:Video 20detik]



(sun/iwd)