Giliran Ulama di Madura Gelar Salat Minta Hujan

Giliran Ulama di Madura Gelar Salat Minta Hujan

Ardi Yanuar - detikNews
Kamis, 07 Nov 2019 09:18 WIB
Salat Istisqo (Foto: Ardi Yanuar)
Salat Istisqo (Foto: Ardi Yanuar)
Pamekasan - Tidak cukup sekali dua kali dilaksanakan. Salat meminta hujan atau salat istisqo' harus didirikan berkali-kali hingga guyuran hujan benar-benar merata di seantero negeri. Itulah ajakan KH. Ali Krarrar Sinhaji kepada santri dan wali santri serta warga Kabupeten Pamekasan. Ketua AUMA (Aliansi Ulama Madura) itu juga mengajak warga menganjurkan ampunan kepada Alllah SWT.

Ajakan dan anjuran pengasuh Pondok Pesantren Al Misdat, Dusun Panyepen, Desa Lenteng, Kecamatan Proppo, Pamekasan itu, disampaikan kepada ratusan jamaah salat istisqo yang bersila berjajar di atas sawah yang terlihat kering. Salat istisqo pada Kamis (7/11/2019) jam
06.15 WIB itu menarik perhatian pengguna jalan trans Pamekasan-Sampang, lantaran dilaksanakan di sisi utara bahu jalan.

"Kekeringan sebagai dampak dari tidak turunnya hujan yang dirasakan saat ini, wajib disikapi dengan memperbanyak bacaan istigfar. Memohon ampunan kepada Allah atas semua kesalahan dan dosa yang telah kita perbuat," seru Kiai Karrar.

Kiai Karrar yang aktif dalam komunitas kiai dan para pengasuh pondok pesantren di Madura itu, memandang, salat istisqo perlu dilaksanakan merata di sebuah wilayah. Tidak cukup sekali dua kali, namun lebih afdhol dan lebih baik jika di setiap pedesaan digelar solat minta hujan secara bergiliran.


"Salat istisqo adalah salat minta hujan. Karenanya perlu didirikan oleh semua warga pedesaan yang wilayahnya terdampak kekeringan kritis hingga sumur tak lagi berair," katanya.

Di Pamekasan sendiri, salat istisqo telah digelar di beberapa wilayah. Semisal di Lapangan Garuda, Kecamatan Palengaan dan di Halaman Kantor Bakorwil IV Pamekasan. Hujan sempat mengguyur Pamekasan pada pekan lalu. Namun, sifatnya temporer dan tak cukup deras.

Kordinator TRC (Tim Reaksi Cepat) BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Pamekasan, Budi Cahyono, malah tetap mendroping air bersih ke beberapa desa kritis terdampak kekeringan. "Hujan sempat mengguyur Kabupaten Pamekasan. Namun sifatnya temporer dan tak cukup deras seperti yang terjadi Jumat pekan lalu," kata Budi.

Di Kabupaten Pamekasan, tercatat 330 dusun terdampak kekeringan kritis. Sejak awal September lalu, ratusan dusun itu mendapatkan droping air bersih gratis. Anggaran droping air gratis datang dari APBD Pamekasan dan bantuan Gubernur Jatim.



Simak juga video Ratusan Warga Pacitan Gelar Salat Istisqa di Bendungan Kering:

[Gambas:Video 20detik]



(fat/fat)