7.003 Pelanggar Lalin Ditindak Selama Operasi Zebra Semeru 2019 di Pasuruan

Muhajir Arifin - detikNews
Kamis, 07 Nov 2019 00:29 WIB
89 knalpot tak sesuai ketentuan juga disita.(Foto: Muhajir Arifin)
89 knalpot tak sesuai ketentuan juga disita.(Foto: Muhajir Arifin)
Pasuruan - Sebanyak 7.003 pelanggar lalu lintas ditindak Sat Lantas Polres Pasuruan selama Operasi Zebra Semeru 2019. 6.417 pelanggar ditilang, dan 586 lainnya diberikan teguran.

"Pengendara usia muda yang berusia 16 sampai dengan 20 tahun paling banyak," kata Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Himawan di Media Center Polres Pasuruan, Rabu (6/11/2019).

Rofiq menjelaskan pelanggaran yang mereka lakukan sebagian besar tak memakai helm, jumlahnya mencapai 1.777 orang. Kemudian pengendara di bawah umur juga sangat banyak yang terjaring petugas, mencapai 620 orang.

"Sisanya 193 orang tak menggunakan safety belt, 43 orang melawan arus dan 96 orang bermain gawai saat berkendara," terang Rofiq.


Banyaknya pelanggar usia muda terutama di bawah umur menjadi perhatian tersendiri. Polisi memanggil ratusan orang tua pelanggar di bawah umur ke Polres Pasuruan untuk mengambil kendaraan yang disita.

"Pelanggar wajib membuat dan menandatangani surat penyataan tak mengulangi lagi pelanggranya," terang Rofiq.

Selain melakukan tindakan tilang, polisi juga menyita 287 motor, 1 mobil dan 1 truk. Sebanyak 89 knalpot tak sesuai ketentuan juga disita.


Kasat Lantas Polres Pasuruan AKP Bayu Halim Nugroho mengatakan terdapat empat wilayah rawan pelanggaran lalu lintas. Yakni di Pandaan, Purwosari, Bangil, dan Sukorejo.

"Kami juga catat lokasi-lokasi rawan kecelakaan yang harus diwaspadai. Di antaranya Jalan Raya Banyuwangi-Surabaya, Kecamatan Beji, Jalan Raya Surabaya-Malang, Desa Japanan Kecamatan Gempol dan Perlintasan Sebidang rel kereta api depan Markas Yon Kav Beji," kata Bayu. (iwd/iwd)