Puluhan Kendaraan Disita Hasil Operasi Zebra Semeru 2019 di Banyuwangi

Ardian Fanani - detikNews
Rabu, 06 Nov 2019 15:05 WIB
Operasi Zebra Semeru 2019 di Banyuwangi (Foto: Ardian Fanani-detikcom)
Banyuwangi - Puluhan kendaraan roda dua tak sesuai spek disita Satlantas Polres Banyuwangi. Ini merupakan hasil Operasi Zebra Semeru selama 12 hari, sejak 23 Oktober hingga 5 November 2019. Jumlah pelanggaran pun meningkat 27 persen dibanding tahun lalu.

Sebanyak 62 kendaraan roda dua itu sebagian tak dilengkapi atau memiliki surat-surat lengkap. Sementara sisanya tidak sesuai dengan standar pabrik.

"Sebenarnya jumlahnya ratusan. Yang bodong (tak memiliki surat-surat) langsung kita tahan motornya. Sementara yang tidak sesuai spek sebagian langsung diperbaiki kembali asal saat diamankan. Sebagian yang belum kita bawa ke Polres," ujar Kapolres Banyuwangi AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi kepada detikcom, Rabu (5/11/2019).

Untuk kendaraan yang ditahan, kata kapolres, pemilik kendaraan wajib menyertakan surat-surat saat mengambil. Sementara untuk yang tidak sesuai dengan standar pabrik, wajib memperbaiki di halaman Mapolres Banyuwangi.

Sementara selama operasi Zebra Semeru 2019 jumlah pelanggaran meningkat. Terdata total sebanyak 3.092 pemotor yang ditilang. Jumlah tersebut meningkat sebanyak 27 persen dibanding tahun 2018 lalu.

"Jumlah pelanggar selama 2 minggu operasi ini digelar, meningkat 27 persen. Tahun 2018 lalu berjumlah 2.592, sekarang sebanyak 3.092," kata kapolres.


Kapolres merinci, dari jumlah tersebut terdapat pelanggar SIM sebanyak 224 orang, meningkat 27 persen. Kemudian ada 2.806 pelanggar STNK, meningkat 28 persen dari tahun lalu, serta ada 62 motor yang diamankan sementara karena tidak memenuhi standard pabrikan.

"Pelanggaran kali ini didominasi pengendara di bawah umur dan berboncengan tanpa mengenakan helm. Serta pengendara yang tidak melengkapi surat-surat kendaraan," kata Kapolres.

Selain itu, kata kapolres, pihaknya juga membandingkan rasio tingkat terjadinya kecelakaan selama Operasi Zebra berlangsung dari tahun 2018 lalu hingga 2019 ini. Dari perbandingan tersebut, dirinya mendapati peningkatan dari 7 kasus menjadi 12 kasus, yakni selisih 5 kasus dari tahun 2018 lalu.

Dari jumlah kecelakaan tersebut terdapat 5 korban meninggal dunia di tempat, 2 orang luka berat dan 16 orang luka-luka ringan. Rinciannya, kasus kecelakaan 2 minggu terakhir ini terdapat kerugian material setara dengan kurang lebih Rp 25 juta.

"Banyak faktor yang mempengaruhi peningkatan kecelakaan selama Operasi Zebra Semeru 2019 ini. Salah satunya, bertambahnya kendaraan di Banyuwangi, serta kurangnya tertib lalu lintas oleh masyarakat. Juga, banyaknya pengendara yang mengoperasikan gadget selama berkendara," tandasnya. (fat/fat)