Sungai Ledeng yang Tertutup Sampah dan Limbah Usus Cemari Sumur Warga

Enggran Eko Budianto - detikNews
Selasa, 05 Nov 2019 19:38 WIB
Sungai Ledeng yang tertutup sampah/Foto: Enggran Eko Budianto
Sungai Ledeng yang tertutup sampah/Foto: Enggran Eko Budianto
Mojokerto - Limbah usus ayam bercampur sampah rumah tangga yang menutup permukaan Sungai Ledeng di Mojokerto diduga mencemari air tanah. Warga yang tinggal di sekitar sungai mengaku, air sumur mereka tidak layak konsumsi.

Sekitar 200 meter permukaan Sungai Ledeng di Dusun Sememi, Desa Modopuro, Kecamatan Mojosari tertutup sampah dan limbah usus ayam. Warga setempat Afandi (50) mengatakan, limbah tersebut berupa kotoran dan lemak usus ayam.

Limbah berasal dari beberapa industri rumahan pencucian usus ayam di Desa Modopuro. Menurut dia, limbah yang mencemari Sungai Ledeng telah meresap ke tanah.

Sungai Ledeng yang tertutup sampah/Sungai Ledeng yang tertutup sampah/ Foto: Enggran Eko Budianto


"Air di sumur dan pengeboran milik warga menjadi tidak layak konsumsi. Airnya berminyak, tapi tidak bau," kata Afandi kepada wartawan di lokasi, Selasa (5/11/2019).

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Afandi terpaksa harus membeli air bersih. Air isi ulang dia beli untuk memasak, sedangkan air mineral untuk minum.

"Untuk minum dan masak harus beli air galon," ujarnya.

Kondisi ini, kata Afandi, sudah berlangsung lebih dari 10 tahun. Menurut dia, warga telah mengadukan persoalan ini ke Pemerintah Desa Modopuro. Namun sampai saat ini belum ada solusi dari pemerintah.

"Harapannya ada solusi bagaimana baiknya. Saya tidak benci pengusaha. Bagaimana caranya supaya kotoran dan lemak usus tidak dibuang ke sungai," tegasnya.

Sementara warga Dusun Sememi lainnya, Sunari (69) mengaku harus memperdalam sumur bor miliknya untuk mendapatkan air yang layak konsumsi. Jika sebelumnya 8-10 meter, kini menjadi 12-20 meter.

Sungai Ledeng yang tertutup sampah/Sungai Ledeng yang tertutup sampah/ Foto: Enggran Eko Budianto


"Harus diperdalam pengeborannya supaya dapat air jernih," terangnya.

Tidak hanya itu, air Sungai Ledeng yang tercemar juga tidak lagi digunakan para petani di Dusun Sememi untuk mengairi sawah mereka. Mereka memilih mengairi sawahnya dengan air dari sumur bor yang dialirkan dengan mesin pompa.

"Karena tanamannya mati kalau kena aliran air dari sungai ini," kata Edi, salah seorang petani di Dusun Sememi. (sun/bdh)