detikNews
Selasa 05 November 2019, 19:09 WIB

Ini Pemandangan Sungai Ledeng yang Tertutup Sampah dan Limbah Usus

Enggran Eko Budianto - detikNews
Ini Pemandangan Sungai Ledeng yang Tertutup Sampah dan Limbah Usus Sungai Ledeng di Mojokerto penuh sampah. (Enggran Eko Budianto/detikcom)
Mojokerto - Permukaan Sungai Ledeng di Mojokerto tertutup sampah rumah tangga bercampur limbah usus ayam. Panjang permukaan sungai yang tertutup sampah sekitar 200 meter.

Pemandangan menjijikkan ini tampak di Sungai Ledeng yang berada di Dusun Sememi, Desa Modopuro, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto. Permukaan sungai dengan lebar lebih dari 4 meter itu tertutup sampah sehingga airnya tidak terlihat.

Sampah yang menutupi permukaan sungai itu kebanyakan sampah rumah tangga berupa plastik serta limbah usus ayam. Praktis, sungai ini mengeluarkan bau busuk yang cukup menyengat.

Sungai Ledeng di Mojokerto yang penuh sampah/Sungai Ledeng di Mojokerto yang penuh sampah (Enggran Eko Budianto/detikcom)


Warga setempat Afandi (50) mengatakan limbah berasal dari industri rumahan pencucian usus ayam. Menurut dia, delapan industri rumahan di Desa Modopuro membuang kotoran dan lemak dari usus ayam langsung ke Sungai Ledeng.

Usus yang telah dibersihkan biasa diolah kembali menjadi makanan ringan dan sate usus. Kemudian sampah rumah tangga dari warga sekitar juga masih terbiasa dibuang ke sungai.

"Sudah terjadi selama 10 tahun lebih. Kotoran dan lemak-lemaknya langsung dibuang ke sungai," kata Afandi kepada wartawan di lokasi, Selasa (5/11/2019).

Tidak hanya jadi pemandangan yang menjijikkan, Sungai Ledeng di Dusun Sememi juga mengeluarkan bau busuk yang cukup menyengat. Terlebih lagi saat musim kemarau.

"Baunya ampun kalau kemarau. Kalau turun hujan, tidak terlalu bau," ujar Afandi.

Warga Dusun Sememi lainnya, Sunari (69), menuturkan para pekerja industri rumahan pencucian usus ayam biasa membuang limbah ke parit. Menurut dia, dari parit tersebut, limbah terbawa air ke Sungai Ledeng.

Sungai Ledeng di Mojokerto yang penuh sampah/Sungai Ledeng di Mojokerto yang penuh sampah (Enggran Eko Budianto/detikcom)


"Para pengusaha usus ayam membuang limbahnya ke sungai ini karena tidak ada tempat lain," ujarnya.

Sementara itu, Edi, warga Dusun Sememi, menjelaskan sampah dan limbah menutupi permukaan Sungai Ledeng sejak sekitar 11 tahun yang lalu. Sebelum itu, air sungai ini masih terlihat jernih.

"Kondisi seperti ini sudah 11 tahun dirasakan warga," terangnya.
(sun/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com