2 Penyidik Polda Jatim Diadukan Memeras Rp 500 Juta, Ini Klarifikasi Polisi

Hilda Meilisa - detikNews
Selasa, 05 Nov 2019 18:18 WIB
Yuyun Pramesti (tengah), kuasa hukum pelapor (Hilda Meilisa Rinanda/detikcom)
Surabaya - Dua penyidik berinisial A dan K dari Polda Jatim diadukan ke Subdit Provos dan Pengamanan (Propam). Aduan ini dibuat karena keduanya diduga memeras orang tua tersangka agar kasusnya bisa diselesaikan secara damai.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera mengatakan dugaan ini tak memiliki bukti.

"Nggak ada laporan, nggak terbukti, kok," kata Barung saat dimintai konfirmasi di Mapolda Jatim, Jalan Ahmad Yani, Surabaya, Selasa (5/11/2019).


Barung juga mempertanyakan mengapa para orang tua tersangka baru mengadukan hal ini kepada Subdit Provos. Padahal kasus ini telah dirilis di hadapan media beberapa waktu lalu.

"Lucunya, saya sudah konferensi pers kasus itu, sekarang baru diadukan. Itu kasusnya media sudah tahu semua kok, kasus Tokopedia kan saya yang konferensi pers," ujar Barung.

"Kalau ada aduan terjadi pemerasan, kalau terjadi pemerasan, kenapa sebelum konpers, kenapa sesudah konferensi pers yang sudah kami sampaikan. Ya media sudah tahu semua kok, sudah terbukti (salah)," imbuhnya.


Sebelumnya, empat orang tua tersangka dengan kuasa hukumnya mengadu ke Subdit Propam Polda Jatim. Keempat tersangka adalah Michael Chandra, Max Vissel Tedjakusuma, Kenno Kent, dan Hansei Buddie Soepriyanto.

Keempatnya merupakan tersangka kasus pemanfaatan cash back Tokopedia melalui order fiktif. Selain karena dugaan pemerasan, kedua penyidik ini dilaporkan karena kasus ini ditangani tidak sesuai dengan prosedur. Misalnya tersangka tidak ditawari menggunakan pengacara dalam menangani kasus. (hil/iwd)