Kekeringan Landa Sapudi, Gubernur Khofifah Salurkan Air Bersih

Hilda Meilisa - detikNews
Selasa, 05 Nov 2019 13:57 WIB
Saat Gubernur Khofifah salurkan air bersih ke Sapudi (Foto: Istimewa)
Surabaya - Kendati hujan telah mengguyur beberapa daerah di Jatim, kekeringan ternyata masih melanda sebagian wilayah. Untuk itu, Gubernur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan air bersih kepada warga terdampak kekeringan di Pulau Sapudi, Sumenep, Madura.

Khofifah memaparkan penyaluran air bersih di daerah terdampak kekeringan ini untuk mendukung upaya mengatasi kekurangan air akibat kemarau. Khofifah ingin hal ini bisa terus berlanjut.

"Hari ini Alhamdulillah bisa support tapi sustainability bisa menjadi strategis jika jangka panjang kita siapkan," kata Khofifah di Pulau Sapudi, Madura, Selasa (5/11/2019).

Selain itu, Khofifah mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan DPRD Jatim. Hal ini untuk merencanakan penanganan bencana kekeringan jangka panjang.


"Tadi ada Pak Achmad Iskandar dari Wakil Ketua DPRD Jatim. Saya ingin menyampaikan, ayo pak bikin tuntas pulau kalau misalnya Sapudi ini bisa dijadikan role model. Bagaimana suistanibility sumber daya alam dan airnya bagus," paparnya.

Menurut Khofifah, role model penanganan kekeringan di Pulau Sapudi ini bisa dilakukan untuk pulau-pulau yang berdekatan. Dia ingin antisipasi kekeringan bisa berjalan di seluruh pulau.

"Terutama di Madura yang paling banyak tentu di Sumenep. Misalnya pulau-pulau lain yang tadi oleh wakil bupati sudah disebut kita ingin ini menjadi pilot project, bagaimana sustainibility bisa kita jaga," jelasnya.

Sementara itu, ada tiga pulau yang menjadi sasaran pemberian bantuan air bersih. Yakni Pulau Sapudi meliputi kecamatan Gayam dan Nonggunong, Pulau Giligenting meliputi kecamatan Giligenting dan Pulau Kangean meliputi kecamatan Arjasa dan Kangean.


Sedangkan bantuan diangkut dan didistribusikan menggunakan KRI Teluk Ende-517 dari jajaran Satuan Amfibi Koarmada. Selain itu Pangkalan Utama TNI AL V (Lantamal V) juga mengerahkan dua Kapal TD Tambora dan TD Bromo untuk mengangkut tongkang berisi 250 ton air bersih untuk didistribusikan kepada masyarakat.

Ada pula tiga mobil tangki air dari BPBD Jatim yang masing-masing membawa 5 ton air. Nantinya, warga mendapat bahan bantuan, kurang lebih berupa 3.000 hingga 5.000 jerigen air bersih yang tiap jerigennya berisi 25 liter.



Tonton juga video Air Surut, Pedagang Jualan Siomay di Tengah Bengawan Solo:

[Gambas:Video 20detik]



(hil/iwd)