detikNews
Senin 04 November 2019, 15:42 WIB

Industri Pakaian Jatim Butuh Penjahit, Kemenperin Siapkan Aplikasi Ini

Hilda Meilisa - detikNews
Industri Pakaian Jatim Butuh Penjahit, Kemenperin Siapkan Aplikasi Ini Penjahit di Balai Diklat Industri Surabaya (Foto: Istimewa)
Surabaya - Kemenperin tengah menyiapkan aplikasi bertajuk clothing line. Aplikasi ini sebagai platform untuk mempertemukan desainer dan penjahit.

Kasi Pemberdayaan Industri Subdirektorat IKM Sandang dan kulit, Direktorat IKM Kimia, Sandang, Kerajinan dan Industri Aneka, Siti Nurkomariyah mengatakan di Indonesia khususnya Jatim banyak ditemui industri pakaian. Namun sayangnya, industri ini kekurangan tenaga penjahit.

"Ini kami lebih memfasilitasi semua desainer. Kan brand di Jatim banyak banget dan kesulitan mencari penjahit. Kita coba pertemukan mereka, link and match-kan," kata Siti ditemui di Balai Diklat Industri Surabaya, Senin (4/11/2019).

"Jadi kami punya program namanya clothing line, ini ada satu platform digital yang menghubungkan antara penjahit dengan desainer atau brand fashion. Nanti mereka-mereka yang sudah dilatih menjadi penjahit, akan kita tawarkan pada mereka yang ingin menjadi member dari clothing line ini," imbuh Siti.


Saat ditanya kapan aplikasi ini akan diluncurkan, Siti menyebut rencananya di tahun depan. Karena Desember baru dilakukan penjurian hingga trial dan pengumpulan data selama satu bulan.

"Rencananya tahun depan diluncurkan. Saat ini kita masih membuat platform itu karena ini masih kita kompetisikan. Kita mencari anak muda, start up di bidang digital. Ayo kita berlomba-lomba membuat aplikasi yang paling bagus untuk clothing line. Nanti tahun depan kita gunakan sembari nanti ada hal-hal yang perlu disempurnakan dan launchingnya," paparnya.

Nantinya, Siti menyebut pihaknya mentarget ada penjahit dari beberapa provinsi di Indonesia. Sementara dari Jatim, ada ratusan penjahit dari berbagai kabupaten dan kota yang sedang dilatih untuk memenuhi kebutuhan industri pakaian.

"Target kita ada 500 penjahit dari provinsi dan kabupaten atau kota. Lebih banyak data penjahit karena kalau brand kita kepada open. Nanti brand juga ada yang dari pembinaan kemenperin, yang sudah punya desain yang bagus nanti kami isi. Jika ada yang mencari penjahit bisa di aplikasi ini tapi syaratnya harus industri," pungkasnya.
(hil/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com