Dibully Hingga 6 Kali Pingsan, Siswa SMPN di Blitar Tak Mau Sekolah

Erliana Riady - detikNews
Minggu, 03 Nov 2019 19:11 WIB
Siswa yang menjadi korban bullying (duduk mengenakan sarung)/Foto: Erliana Riady
Blitar - Seorang siswa SMP Negeri di Blitar tak mau sekolah karena trauma. Ia trauma menjadi korban bullying hingga enam kali pingsan.

Sang siswa juga mengaku trauma dan ketakutan karena kerap mendapat ancaman dari pelaku. Orang tuanya melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian dan meminta proses hukum berjalan untuk memberi efek jera.

Korban masih berusia 12 tahun. Belum setahun menjadi pelajar kelas VII di sebuah SMPN di Kabupaten Blitar Timur. Sejak awal masuk sekolah, korban kerap dijahili teman-teman sekelasnya. Aksi bullying itu lambat laun semakin parah. Sampai pada penganiayaan hingga menyebabkan korban pingsan.

Seperti keterangan dari orang tua korban, aksi perundungan terakhir dialami putra mereka usai upacara Hari Sumpah Pemuda, Senin (28/10). Saat itu korban keluar dari ruang perpustakaan dan tiba-tiba diserang dari belakang.


"Anak saya merasa dipegang lehernya dari belakang lalu dipukul. Setelah itu dia tidak ingat apa-apa," tutur S, ayah korban pada detikcom, Minggu (3/11/2019).

Pihak sekolah, lanjut S, kemudian menghubunginya untuk meminta menjemput korban. Sampai di sekolah, S memperoleh keterangan dari wali kelas anaknya, jika anaknya pingsan selama tiga jam.

Korban kemudian dibawa pulang. Sorenya, korban pergi mengaji ke musala yang jaraknya sekitar 100 meter dari rumah mereka. Namun saat pulang, korban kembali mendapat ancaman dari teman satu sekolah yang diduga ikut melakukan pemukulan pada pagi harinya.
Selanjutnya
Halaman
1 2