IERC 2019 Banyuwangi-Bromo, Balap Motor Trail yang Berbasis GPS

Ardian Fanani - detikNews
Sabtu, 02 Nov 2019 13:24 WIB
Para pembalap motor trail Banyuwangi-Bromo/Foto: Ardian Fanani

Di sini tidak asal main gas saja, kata Edy, karena mereka bakal melaju atas nama tim. Dalam satu tim terdiri dari 3 orang. Sedangkan untuk aturannya, pemenang akan ditentukan dari jumlah total waktu yang didapat. Otomatis, mereka harus melakukan start bertiga dan finish juga bertiga.

"Apabila ada anggota yang terkendala atau berhenti di jalan, yang kita harapkan adalah kerjasama tim. Karena jika melanggar, penalti akan dibebankan pada tim, bukan per orangnya," katanya.

Untuk jalur, secara keseluruhan dibagi menjadi 3 etape, selama 3 hari. Di mana, masing-masing etape memiliki ciri khas tersendiri. Misalnya saja etape pertama, start di Kecamatan Glagah dan finish di wilayah Kecamatan Kalibaru. Di mana, sekitar 95 persen etape pertama merupakan track off-road dengan kategori medan ekstrem.


"Hari kedua dari Kalibaru finish di Lumajang, ini rute on-road. Sedangkan etape terakhir dari Lumajang finis di Bromo, ini juga merupakan rute off-road ekstrem," katanya.

Alasan dipilihnya Banyuwangi dan Probolinggo sebagai lintasan IERC 2019 ini karena Jawa Timur masih menjadi icon event di Indonesia. Selain itu, di Jatim ada dua destinasi yang populer hingga ditingkat internasional. Yakni, Gunung Ijen dan Gunung Bromo.

"Selain ada titik safe zone, yang memungkinkan mereka untuk berfoto dan berkuliner, dalam lintasan pun mereka akan melewati rute-rute wisata. Ya semoga saja para pembalap ini tidak kepincut keindahannya dan justru memilih berwisata daripada melanjutkan perjalanan," pungkasnya.
(sun/bdh)