Kemarau Akibatkan Bengawan Solo Kering Kerontang, Ini Penampakannya

Ainur Rofiq - detikNews
Jumat, 01 Nov 2019 15:33 WIB
Permukaan Bengawan Solo yang kering digunakan bermain voli (Foto: Ainur Rofiq)
Bojonegoro - Musim kemarau panjang tahun ini berdampak signifikan terhadap Bengawan Solo. Sebagian besar aliran Bengawan Solo yang mengalir di Bojonegoro kering kerontang.

Hamparan tanah terlihat mengering dan terkelupas. Memang tidak semua permukaan Bengawan Solo mengering. Pada beberapa lokasi, ada yang hanya mengalami surut debit airnya.

Di sekitar lokasi keringnya sungai memang masih terdapat air yang berada di cekungan (kedungan) tapi juga sangat kecil debit airnya.

Bengawan solo yang permukaannya kering ini terjadi di sekitar Desa Kedungprimpen Kanor Bojonegoro dan desa Prambon Wetan kecamatan Rengel Tuban.


Keringnya sungai terpanjang di Pulau Jawa saat ini digunakan warga sekitar menjadi jalan alternatif tanpa harus menggunakan perahu kayu untuk pergi ke desa-desa di sekitar bantaran sungai yang turut wilayah Kecamatan Rengel Tuban.

Bahkan tidak sedikit anak-anak juga memanfaatkan Bengawan Solo yang kering menjadi tanah lapang untuk bermain bola dan voli. Juga menjadi tempat santai para remaja di saat senja tiba.

"Ya sudah kering kondisi sungainya. Saat ini banyak warga yang melintas, baik jalan kaki maupun naik motor melalui bengawan. Kalau sore ramai anak main bola, muda mudi juga banyak yang nyantai," ujar Manto, warga Kedungprimpen kepada detikcom, Jumat (1/11/2019).
Selanjutnya
Halaman
1 2