Balita yang Tewas Tenggelam Kakinya Terbakar karena Dipanggang di Kompor

Muhammad Aminudin - detikNews
Kamis, 31 Okt 2019 12:58 WIB
Rumah tempat Agnes ditemukan tewas (Muhammad Aminudin/detikcom)
Malang - Dugaan kejanggalan pada tewasnya Agnes Arnelita (3) ternyata benar adanya. Luka bakar yang ditemukan pada tubuh balita tersebut disebabkan oleh penganiayaan.

Polisi mengungkapkan Egi Age Anwar, ayah tiri korban, adalah pelakunya. Di hadapan polisi, pria 36 tahun itu mengakui perbuatannya.

"Keterangan awal, ayah tirinya mengaku korban ditemukan tenggelam di bak mandi. Karena itu, diduga menyebabkan korban meninggal. Tetapi, ketika akan memandikan jenazah, keluarga curiga pada luka bakar pada bagian kaki dan lebam-lebam. Dari situlah kami mendapatkan laporan dan melakukan pemeriksaan medis," ujar Kapolsek Tajinan AKP Hadi Puspito kepada detikcom, Kamis (31/10/2019).


Hadi menuturkan, berdasarkan hasil pemeriksaan medis itulah, pihaknya kemudian menjemput Egi dan Hermin Susanti (22), ibu kandung korban, untuk dimintai keterangan.

"Dari situlah, ayah tirinya baru mengungkap cerita yang sebenarnya bahwa luka bakar yang dialami korban disebabkan oleh dirinya dengan memanggang kaki korban di atas kompor," tegas Hadi.

Ketika itu, lanjut Hadi, korban mengatakan suhu tubuhnya menurun hingga kedinginan. "Entah kenapa, malah justru dipanggang di atas kompor bagian kakinya oleh ayah tirinya," sambung Hadi.

Berdasarkan fakta-fakta itulah, Polsek Tajinan bersama keluarga meminta visum et repertum ke RS dr Saiful Anwar, Kota Malang, dan meminta keluarga melapor ke Polres Malang Kota.

"Karena TKP masuk wilayah Kota Malang, yakni Perum Tlogowaru, yang merupakan tempat tinggal orang tua korban, kami meminta keluarga melapor ke Polres Malang Kota," tutur Hadi.

Kejanggalan kematian korban terbongkar ketika jenazah dibawa ke rumah neneknya di Desa Sumbersekar, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang, Rabu (30/10/2019) petang.


Keluarga curiga ketika memandikan jenazah korban. Ditemukan bekas luka bakar di bagian kaki kanannya. Temuan bekas luka itulah yang kemudian membuat keluarga melapor ke polisi.

"Kemarin petang kami mendapat laporan warga, ada kejanggalan pada kematian seorang balita. Kemudian kami datang dan memeriksa bersama paramedis, ternyata benar, ada kejanggalan, yakni luka bakar di bagian kaki, lebam di dahi, kepala belakang, dan punggung. Kami menduga kuat ada penganiayaan sebelumnya terhadap korban," kata Hadi. (fat/iwd)