Dua Anggota DPRD Kota Blitar Ngacir Saat Dites Urine

Erliana Riady - detikNews
Senin, 28 Okt 2019 15:01 WIB
Anggota DPRD Blitar dites urine (Foto: Erliana Riady)
Blitar - Dua anggota DPRD Kota Blitar ngacir pulang saat digelar tes urine. Tes ini dilakukan mendadak usai sidang paripurna selesai digelar.

Data dari Sekwan DPRD Kota Blitar menyebut mereka yang tidak ikut tes urine masing-masing dari Partai Demokrat dan Golkar. Sementara dari 25 anggota dewan, sebanyak 22 ikut tes urine dan hanya satu absen karena sakit.

"Untuk 25 anggota dewan, satu yang tidak ikut karena sakit. Lalu 22 anggota dan pimpinan dewan ikut semua. Yang dua, usai paripurna langsung pulang. Selain itu juga ada 22 ASN dan sebanyak 21 tenaga outsourcing di jajaran DPRD Kota Blitar," ujar Kabag Umum dan Keuangan Sekretariat DPRD Kota Blitar Sri Suwartiningrum kepada detikcom, Senin (28/10/2019).

Memang baru kali ini anggota DPRD Kota Blitar menjalani tes urine. Padahal Badan Narkotika Kota (BNK) Blitar sudah dibentuk sejak tahun 2007. Tes urine pada anggota dewan sengaja dilaksanakan usai sidang paripurna di Gedung Graha Paripurna DPRD Kota Blitar. Tes urine dilaksanakan tepat di ruang belakang gedung.


"Ini memang baru pertama kali anggota dewan Kota Blitar kami tes urine. Ini berdasarkan keinginan masyarakat dalam rangka mencegah pemakaian dan peredaran narkoba di kalangan anggota dewan," kata Sekretaris BNK Blitar Warnoto.

Menurut anggota Komisi 3 DPRD Kota Blitar, Nuhan Wahyudi, tes urine ini satu usaha bagus dari BNK untuk mencegah peredaran narkoba. Namun perlu ada perbaikan strategi, agar deteksi awal pemakaian narkoba di kalangan anggota dewan bisa diketahui.

"Ini sudah suprise. Tapi perlu strategi yang lebih bagus. Misalnya ada kerjasama dengan kepolisian sehingga sifat tes urine ini paksaan jadi gak ada anggota dewan yang lolos. Kalau sekarang ini kan masih sebatas kesadaran, ketika ada anggota dewan gak ikut tes urine kan gak bisa terdeteksi," pungkasnya.


Menanggapi dua anggotanya yang ngacir, Ketua DPRD Kota Blitar, Syahrul Alim menyatakan pihaknya tidak bisa memaksa anggota untuk ikut tes urine ini.

"Pada dasarnya begini. Ini tes sampling, jadi kami tidak bisa memaksa. Ini bukan suatu persyaratan mutlak. Beda ketika daftar caleg memang wajib menyertakan tes urine. Ketika yang bersangkutan menolak kami tidak bisa memaksakan. Monggo biar masyarakat yang menilai,"jawabnya.

Tes urine baru selesai dilaksanakan pukul 13.15 WIB. Namun hasil reagen semua menunjukkan negatif pemakai narkoba




Tonton juga video Nyaleg Pakai Ijazah Palsu, Anggota DPRD Probolinggo jadi Tersangka:

[Gambas:Video 20detik]



(iwd/iwd)