Begini Teknis Pemadaman Api dengan Helikopter Water Bombing di Banyuwangi

Ardian Fanani - detikNews
Minggu, 27 Okt 2019 18:19 WIB
Pemadaman Api Menggunakan Helikopter Water Bombing (Foto: Ardian Fanani-detikcom)
Banyuwangi - Pemadaman menggunakan helikopter water bombing dilakukan beberapa etape. Mengingat asap mengepul tebal imbas kebakaran hutan di Gunung Merapi Ungup-ungup dan Gunung Ranti masih banyak dan menyebar di beberapa titik.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Eka Muharram menjelaskan bahwa pada hari pertama ini, Minggu (27/10/2019), helikopter melakukan dua kali operasi. Operasi etape pertama dimulai sekitar pukul 07.30 hingga pukul 10.20.

"Pada etape pertama tadi berhasil melakukan pengeboman di tujuh spot api di kawasan Gunung Merapi Ungup-ungup. Titik api yang terlihat sudah dibom air oleh petugas," kata Eka kepada detikcom, Minggu (27/10/2019).


Pada etape dua yang dimulai pukul 12.00, lanjut Eka, helikopter akan mengarah ke Gunung Ranti. "Etape dua rencananya fokus ke Gunung Ranti. Tadi ada pegawai Parhutani yang diajak ikut terbang. Gunung Ranti berada di bawah otoritas Perhutani," jelas Eka.

Suplai air diambil dari Selat Bali di sekitar Pantai Watudodol. Helikopter water bombing ini sekali terbang membawa air 4.000 liter air. Helikopter akan menembakkan air beberapa kali selama kurang lebih 3-4 jam.

"Airnya kami ambilkan di Pantai Watudodol karena sejumlah faktor. Selain jaraknya paling dekat, di sana juga gelombangnya tidak terlalu tinggi. Kalau Pantai Boom masih tergolong tinggi ombaknya," jelasnya.
Selanjutnya
Halaman
1 2