Ribuan Terong Dibakar dan Liwetan Akbar Santri Lamongan Raih Rekor MURI

Eko Sudjarwo - detikNews
Sabtu, 26 Okt 2019 14:54 WIB
Santri Lamongan Catatkan Rekor MURI bakar ribuan terong (Foto: Eko Sudjarwo)
Lamongan - 4.444 Terong secara bersamaan dibakar di halaman Ponpes Al Fatimiyah, Lamongan. Aksi yang dilakukan di ponpes Desa Banjaranyar, Kecamatan Paciran, ini mencatatkan rekor MURI dalam acara membakar terong dan liwetan akbar. Selain itu aksi ini memperingati Hari Santri.

Pengasuh Ponpes Al Fatimiyah H. Abdulloh Adib Haad atau yang akrab disapa Gus Adib mengatakan, terong dan nasi liwet adalah makanan yang sering dikonsumsi para santri pondok pesantren.

"Terong dan liwetan akbar ini merupakan tradisi dan budaya khas di pesantren. Dari tradisi ini, kami ingin menjadikan sesuatu yang spesial sebagai rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2019. Alhamdulillah santri di Lamongan mampu mencatatkan dan memecahkan rekor MURI," kata Gus Adib kepada wartawan usai acara, Sabtu (26/10/2019).

Gus Adib menambahkan, acara ini menjadi spesial bukan hanya karena para santri berhasil memecahkan rekor MURI. Namun yang menjadikan spesial adalah lantunan selawat nariyah ribuan santri saat mereka tengah membakar terong dan ngliwet.

"Lantunan selawat Nariyah ini dengan hajat supaya negara ini tetap rukun, aman dan damai," terangnya.


Sementara Senior manager MURI Ariyani Siregar mewakili Ketua Umum MURI mengumumkan bahwa karsa, karya dan prestasi bakar terong terbanyak yang dilakukan para santri di Pantura Lamongan ini secara resmi telah dicatat di MURI dengan urutan rekor yang ke 9.255.

Sebagai bukti atas prestasi di MURI yang dilakukan oleh santri ini, lanjut Ariyani, MURI menganugerahkan piagam penghargaan kepada pemrakarsa.

"MURI menjadi sarana pencatat sejarah yang menginspirasi profesionalisme dan integritas generasi penerus dan hingga saat ini sudah mencatat lebih dari 9.200 rekor yang terus memberikan inspirasi, menggugah semangat juang putra-putri Indonesia untuk terus menunjukkan karsa dan karya terbaik di bidangnya masing-masing. Demi mengobarkan semangat kebanggaan nasional dari segenap komponen masyarakat Indonesia," terangnya.

Agenda bakar terong dan Liwetan akbar ini kemudian dilanjutkan dengan pemberian ijazah kitab-kitab karya Hadratus Syeh KH Hasyim Asy'ari oleh KH. Zaki Hadzik, cucu dari pendiri NU Hadratussyeh KH Hasyim Asy'ari.

Hadir dalam kesempatan ini, Ketua Rais Syuriah PCNU Lamongan KH Salim Azhar dan ketua PCNU Lamongan H. Supandi dan para pengasuh pondok pesantren beserta kepala madrasah di lingkungan LP Ma'arif NU.



Warganet Ramaikan Tagar #HariSantri2019:

[Gambas:Video 20detik]



(fat/fat)