Banyak Satwa Turun Gunung Imbas Terbakarnya Pegunungan Ijen

Ardian Fanani - detikNews
Jumat, 25 Okt 2019 19:01 WIB
Hutan yang terbakar (Foto: Ardian Fanani)
Banyuwangi - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) memantau adanya pergerakan satwa berbagai jenis yang turun gunung, akibat terjadinya kebakaran di Area Gunung Ranti, Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen dan hutan konservasi Merapi Ungup-ungup. Beberapa warga juga melihat banyaknya satwa yang turun pascakebakaran hutan tersebut.

Dari pemantauan melalui kamera, banyak satwa yang turun menuju ke arah lereng timur, terutama satwa burung hingga menuju ke kawasan Erek-erek dan Gantasan.

Kepala Resort TWA Kawah Ijen, Sigit Haribowo mengatakan, sejumlah satwa tersebut diantaranya kijang, berbagai jenis burung utamanya burung kacamata juga macan kumbang dan macan tutul.

"Mereka terpantau dari area Pos Bunder, turun menuju ke lereng yang belum terbakar untuk mencari tempat yang teduh. Pergeseran berbagai jenis satwa tersebut pada radius 5 kilometer dari area TWA Kawah Ijen," ujarnya kepada wartawan, Jumat (25/10/2019).


Sigit mengaku selain satwa, akibat yang ditimbulkan dari kebakaran ini adalah pada tanaman. Karena diketahui, ribuan jenis tanaman yang ada di TWA Kawah Ijen dinilai sebagai penyumbang oksigen terbesar di Banyuwangi. Sehingga menurutnya, kerugian materi yang ditimbulkan dari kebakaran tersebut tidak terhingga karena semua manfaat hutan digunakan manusia untuk bernafas.

"Seperti asap yang ditimbulkan dari kebakaran itu dinilai menganggu pernafasan manusia dan ini sangat membahayakan. Demikian halnya dengan berbagai tanaman endemic. Sementara, kebakaran lahan di area TWA Kawah Ijen sudah mencapai 400 hektare," tambahnya.

Sigit mencontohkan pohon cemara gunung yang tidak akan punah di kawasan TWA Kawah Ijen meskipun terjadi kebakaran. Karena dari siklus yang terjadi, pohon cemara gunung itu harus terbakar agar bisa memecah bijinya untuk bisa tumbuh menjadi tanaman baru. Dan kondisi ini selalu terjadi di setiap tahun sehingga di kawasan pegunungan sering terjadi kebakaran.

Oleh karena itulah kata Sigit, siklus tahunan ini telah diantisipasi oleh para petani yang menggarap lahan hutan milik Perhutani atau biasa disebut pesanggem, supaya kebakarannya tidak sampai meluas.


"Kondisi ini dinilai sangat menguntungkan pihak BKSDA karena dari suksesi alam, pohon cemara gunung tersebut bisa lebih banyak tumbuh sebagai tanaman endemic," tambahnya.

Sementara, Sigit menyebutkan ada ratusan jenis burung di kawasan Cagar Alam TWA Kawah Ijen, juga ada 15 jenis satwa mamalia termasuk yang tidak dilindungi. Cagar Alam TWA Kawah Ijen itu sendiri mencakup Kawah Ijen, Gunung Merapi Ungup Ungup, Gunung Widodaren dan Gunung Papak.

Sigit menyebutkan, hingga saat ini pergerakan api di TWA Kawah Ijen mulai bergeser ke arah timur dan utara masuk lereng kaki Gunung Merapi Ungup Ungup serta mengarah ke perkebunan pasewaran Kalipuro hingga ke wilayah Kecamatan Wongsorejo. Dan api terpantau masih menyala.


Simak juga video "Gunung Ranti Terbakar, Kawah Ijen Ditutup" :

[Gambas:Video 20detik]

(iwd/iwd)